Momen pendaftaran Capres dan Cawapres tersebut menjadi sorotan banyak pihak, tak terkecuali sosiolog, Musni Umar.
Ia turut menyoroti momen bersejarah itu kala kedua pasangan Capres-Cawapres mendaftarkan diri.
Melansir dari Warakotalive.com, Musni Umar membandingkan besarnya massa pendukung yang mengantarkan kedua paslon menuju KPU.
Menurutnya, besarnya massa pengiring kedua paslon mencerminkan elektabilitas kedua paslon.
Hal tersebut disampaikan Musni Umar lewat status twitternya @musniumar pada Jumat (20/10/2023).
Dalam postingannya berjudul 'PENDAFTARAN ANIES-MUHAIMIN VS GANJAR-MAHFUD DI KPU BAGAIKAN LANGIT DAN BUMI?' itu, Musni Umar mengulas sejumlah hal.
Di antaranya keterlambatan pasangan Anies-Cak Imin datang ke KPU, hingga protes yang disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
"Calon presiden Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar calon wakil presiden dari koalisi perubahan pada 19 Oktober 2023 telah mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Proses pendaftaran ini mengalami keterlambatan dari jadwal yang telah direncanakan pukul 08.00 WIB," tulis Musni Umar.
"Mengapa terlambat? Penyebabnya karena fakta di lapangan sekitar pukul 08.00 wib jalan Imam Bonjol, tempat KPU berkantor, massa sudah membludak memenuhi jalan tersebut," bebernya.
Tidak hanya Jalan Imam Bonjol, Musni Umar mengungkapkan semua jalan di sekitar KPU mengalami kemacetan total.
Diketahui, Anies dan Cak Imin melakukan konvoi dari kediaman Anies di Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan.
Rombongan kemudian menuju kantor Dewan Pengurus Pusat DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jalan TB Simatupang Jalan, Pasar Minggu Jakarta Selatan.
Selanjutnya, bersama pimpinan PKS, Anies-Cak Imin menuju kantor DPP PKB di Jalan Raden Saleh, Menteng, Jakarta Pusat.
Kemudian pimpinan DPP PKB turut bergabung dalam rombongan menuju ke kantor DPP NasDem di NasDem Tower Jalan RP Soeroso.
Selanjutnya Anies - Gus Imin diiringi pengurus DPP ketiga parpol Koalisi Perubahan bergerak menuju ke KPU di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.
"Kendaraan yang membawa pasangan AMIN dan Ketua Umum NasDem, presiden PKS dan pengurus PKB merangkak saking ramainya massa, sehingga Paslon dari koalisi perubahan dan para ketua umum partai politik pengusung Anies-Muhaimin terlambat sampai di KPU," ungkap Musni Umar.
Baca: Reaksi Cak Imin Soal Pencabutan Izin Acara Anies di Bandung: Artinya Picik, Ini Kompetisi Sama Kok
Keterlambatan pasangan Anies-Cak Imin ke KPU pun menuai protes dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Hasto menilai pendaftaran yang dilakukan tiga partai pengusung Anies-Cak Imin, yaitu Partai NasDem, PKS dan PKB yang tidak disiplin.
Akibatnya, paslon Ganjar-Mahfud MD molor dari jadwal pendaftaran yang ditetapkan.