Ia tidak enak hati karena mereka tidak bisa menikmati musik yang ia mainkan.
Ia juga giat belajar dan menjadi yang terbaik di sekolah agar kedua orang tuanya tidak mendapat kritik dan dituding tidak bisa mendidik anak dengan baik karena kondisi mereka.
Baca: Drama Unggulan Viu Berjaya di Ajang Internasional, Ada Pesan Dari Hati hingga Mantan tapi Menikah
Ia juga selalu siap menjaga adiknya yang bisu tuli.
Namun menjadi coda juga tidak mudah bagi remaja yang sedang penuh gejolak.
Menjadi satu-satunya yang dapat mendengar di keluarga, membuat Eun-gyeol tanpa sadar merasa memiliki tanggung jawab besar atas keselamatan keluarganya.
Lama kelamaan ini membuatnya sesak.
Menonton drama ini kita juga bisa belajar tentang kehidupan keluarga berkebutuhan khusus, berempati, cara berkomunikasi dengan mereka, juga bagaimana memperlakukan mereka secara tepat.
Untuk memberi dukungan, yang paling utama sih, tidak melakukan perundungan dan diskriminasi pada mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
Dalam keseharian, jika bersama mereka, usahakan duduk di depan mereka.
Baca: 5 Film-Drama Baru Viu yang Tayang di Oktober 2023, Ada The Point Men hingga Moon in the Day
Untuk berkomunikasi, gunakan teks ketimbang suara.
Siapkan alat tulis atau gawai kalau memang tidak bisa menggunakan bahasa isyarat.
Setelah nonton Twinkling Watermelon jadi pengin belajar bahasa isyarat, deh.
Remaja seperti Han Yi-chan terang-terangan bilang kalau alasannya ingin membuat band musik adalah supaya terlihat keren, sementara bagi band SPINE 9 (band yang merekrut Eun-gyeol) musik adalah karier dan tumpuan masa depan.
Tapi bagi Eun-gyeol kecil, musik adalah pelarian dan tempatnya berekspresi.
Perkenalan Eun-gyeol dengan gitar berawal ketika ia mengalami perundungan.
Saat itu kakek pemilik toko musik mengenalkannya pada gitar.
Baca: Mengenal 2 Wanita Cantik yang Bersaing Cinta di Drama Thailand The Betrayal
Kakek mengajarkannya menyuarakan emosi lewat yang dirasakan lewat petikan gitar.
Setiap emosi menghasilkan suara yang berbeda.