Tolak Wacana Jokowi Jadi Ketua Umum, Bambang Pacul: Kalau Ingin PDIP Mati Suaranya, Silakan

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Bagi PDI Perjuangan, semua itu ada tahapan-tahapan. Tahapan saat ini adalah pemilu serentak presiden dan wakil presiden serta pemilu legislatif, kemudian setelah pemilu nanti partai akan mengadakan rapat kerja nasional yang kelima dan kemudian kongres baru akan dilaksanakan pada tahun 2025," kata Hasto di Kantor DPP PDIP,Menteng, Jakarta, Selasa, (3/10/2023).

Baca: SBY Temui Jokowi, Pengamat Sebut AHY Berpeluang Jadi Menteri Gantikan Dito Ariotedjo

Menurut Hasto, kongres PDIP bisa saja digelar pada bulan April hingga Agustus 2025. Dalam kongres itu akan ditentukan sosok yang nantinya layak menjadi ketua umum.

"Kongres adalah lembaga pengambil keputusan tertinggi yang nanti akan dihadiri oleh utusan. Utusan ini dalam kultur PDI Perjuangan menyerap demokrasi arus bawah."

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (17/8/2023) (KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA)

Hasto tidak mengungkapkan sosok yang berpeluang menggantikan Megawati. Dia hanya mengatakan bahwa partainya akan menitikberatkan demokrasi arus bawah.

Kata Hasto, dalam persoalan itu, lazimnya ialah menempatkan keluarga Sukarno sebagai tokoh utama penggerak partai.

"Khususnya Ibu Megawati Soekarnoputri tidak hanya sebagai pendiri dari PDI Perjuangan, tetapi Ibu Megawati terbukti sudah mampu melakukan suatu langkah langkah konsolidasi kepartaian, mampu menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas dari tingkat kabupaten kota provinsi hingga nasional," kata Hasto.

Baca: Jokowi Beri Sinyal Kuat Dukung Ganjar, PDIP Minta Pihak yang Memecah Belah Segera Bertobat

Hasto menyebut arus bawah PDI masih menghendaki Megawati sebagai pemimpin PDIP. Putri Sukarno itu dipandang mempunyai hubungan batin yang melekat dengan beragam tingkatan, dari anak ranting sampai dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

"Ini dari bacaan arus bawah yang saya lakukan sebagai Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan yang menempatkan Ibu Mega pada suatu posisi yang di dalam sejarah partai itu memang menjadi pengikat, bonding," ucap Hasto.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang PDIP di sini.



Editor: Febri Ady Prasetyo
BERITA TERKAIT

Berita Populer