"Saya sempat mengajukan cicil dengan jaminan KTP dan kartu ATM agar bisa dipotong setiap bulan gaji saya tapi tidak biasa juga," kata Arif.
Baca: Alasan Ibu di Jambi Setrika Anak Tiri Sampai Melepuh, Hanya Karena Uang Jatah Bulanannya Kurang
Usaha Arif tak hanya sampai di situ saja.
Sebagai buruh harian lepas di perusahaan kelapa sawit di Kabupaten Muaro Jambi, ia juga sempat meminjam uang pada atasannya.
"Tapi atasan tidak ada tanggapan. Mungkin karena saya pekerja harian lepas gaji Rp 2 jutaan sebulan," katanya.
Pun keluarganya yang juga tak bisa membantu karena tidak memiliki uang sebanyak itu.
"Keluarga juga orang tidak punya," katanya.
Sementara itu Owner RS Erni Medika, Erni mengatakan bahwa rumah sakit tak mengharuskan Arif dan Titin membayar sebanyak Rp 13,5 juta.
"Biaya seharusnya itu Rp 12,5 juta. Saya sampaikan kalau bapak tidak ada uang bisa bayar seberapa bapak sanggup," kata Erni.
Saat itu menurut Erni, Arif Rahman kemudian pulang ke kampung halaman di Pulau Jawa.
Hal ini pula yang menjadi alasan rumah sakit tak mengizinkan Titin Rohayatin pulang.
"Sampai sekarang kami masih menunggu (suaminya pulang dari Jawa). Istrinya juga masih dalam perawat. Tidak mungkin dipulangkan karena suaminya tidak ada di rumah, jadi biar di sini dulu," kata Erni.
Menurutnya pihak rumah sakit akan menerima berapapun uang yang diberikan.
"Meski di bawah Rp 5 juta. Dengan catatan harus ada suaminya baru bisa dipulangkan," kata Erni.
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Istri 12 Hari Tertahan di RS karena Tak Mampu Bayar Biaya Lahiran, Suami Jaminkan KTP, Bosnya Cuek