"Ada penyesalan," kata Virly Virginia dalam sebuah konten YouTube dikutip Wartakotalive.com, Rabu (13/9/2023).
Baca: Kronologi Kasus Pesta Mesum di Jakarta Selatan, Info Disebarkan Terang-terangan di Media Sosial
Virly mengakui rasa penyesalannya itu karena dirinya menerima dampak besar, karena diduga menjadi pemeran dalam film dewasa Kramat Tunggak.
"Karena dampaknya ke sekarang, Dampaknya terlalu besar. Ya gitu lah," ucapnya.
Virly Virginia mengatakan menerima tawaran membintangi film porno karena keadaan.
Virly Virginia menegaskan dirinya tidak dipaksa oleh pihak Kelas Bintang menerima tawaran pekerjaan tersebut, hanya saja ia terpaksa menerimanya karena keadaan.
"Kalau ditanya dipaksa engga dipaksa. Kalau terpaksa karena kembali lagi hidup butuh materi atau uang," ujar Virly Virginia.
Menurut polisi, para pemain film dewasa tersebut menerima bayaran Rp 10 juta hingga Rp 15 juta untuk satu judul film.
Terkait kasus produksi film dewasa Kelas Bintang itu penyidik Polda Metro Jaya berencana memanggil Siskaeee dan Virly Virginia untuk dimintai keterangannya, Jumat (15/9/2023).
Tambahan informasi, sosok dua artis sekaligus selebgram yang terlibat dalam produksi film dewasa di Jakarta Selatan terungkap.
Adalah Siskaeee dan Virly Virginia, artis dan selebgram yang jadi bintang film dewasa arahan sutradara Irwansyah.
Irwansyah yang dimaksud bukanlah suami dari artis Zaskia Sungkar.
Melainkan, Irwansyah pemilik yang merangkap produser dan sutradara dari rumah produksi Kelas Bintang yang memproduksi puluhan film tak senonoh.
Ini terungkap setelah akun X @javminded membongkar sosok Irwansyah.
"Yang lagi heboh diciduk kemarin, pemilik sekaligus produser dan sutradara dari Kelas Bintang, yaitu Irwansyah ternyata pernah mengaku inspirasi idenya membuat film esek-esek berasal dari konsep Jepang (JAV)," akun itu, dikutip TribunnewsWiki, Selasa, 12 September 2023.
Akun itu mengatakan bahwa Irwansyah mulanya membuat Kelas Bintang sebagai rumah produksi sinetron, FTV, dan iklan.
Baca: Sosok Mega Suryani Dewi, Ibu Muda Cikarang Dibunuh Suami Gegara Faktor Ekonomi, Sempat Lapor KDRT
Karena tidak laku, ia pun mengubah bisnis produksinya itu menjadi bisnis produksi film mesum dewasa.
"Awalnya Irwansyah membuat Kelas Bintang sebagai rumah produksi sinetron, FTV, dan iklan (bahkan mengklaim film layar lebar di tahun 2012-2013). Namun karena tak kunjung laku, akhirnya dia mengubah bisnis produksinya ke konten video dewasa mulai tahun 2011," ungkapnya.
Kasus ini terungkap setelah Polda Metro Jaya berhasil menggerebek rumah produksi film dewasa yang beroperasi di Jakarta Selatan pada 17 Juli 2023.
Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simajuntak mengatakan, awalnya Tim Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menemukan adanya situs video streaming berlangganan.
Situs tersebut berisi konten film dewasa yang memiliki durasi tayangan antara 60 hingga 90 menit.