Merasa Dikhianati, Demokrat Copot Serentak Baliho Anies-AHY di Aceh, Sumut, hingga Kalsel

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Baliho Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono di Kantor DPD Partai Demokrat Aceh diturunkan, Kamis, (31/8/2023).

"Sesuai instruksi dari DPP, kami menurunkan baliho yang bergambar Anies Baswedan," ujarnya.

Kata dia, baliho diturunkan karena Anies telah mengkhianati Demokrat dan ketua umumnya.

"Demikian informasi yang kami sampaikan kepada warga Cianjur khususnya bahwa Pak Anies Baswedan ternyata mengkhianati Partai Demokrat dan Mas AHY," ujarnya.

Baliho dengan gambar Anies Baswedan dan AHY di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (31/8/2023).

4. Banjarmasin

Baliho Anes yang dipasang di Jalan S. Parman, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) turut diturunkan.

Pada hari Kamis sekitar pukul 23.00 Wita terlihat ada beberapa orang melepas baliho itu dan menggulungnya.

“Kami hanya menjalankan tugas,” kata seseorang kepada Banjarmasinpost pada hari yang sama.

Baca: Isu Duet Anies-Cak Imin, Tudingan Pengkhianatan Surya Paloh, & KPP yang Terancam Bubar

5. Depok

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Bekasi, Ronny Hermawan, semua baliho bergambar Anies dan AHY di Bekasi sudah diturunkan.

"Sudah tadi sekitar sore beberapa jam lalu saya sudah perintahkan kepada seluruh pengurus partai Demokrat Kota Bekasi kepada seluruh caleg pengurus kecamatan kelurahan agar mencopot foto-foto Anies Baswedan yang melekat pada Partai Demokrat."

"Ini instruksi saya jelas dan sudah mulai bergerak tadi," ujar Ronny kepada Warta Kota Live, Kamis.

"(Pencopotannya) di seluruh daerah Kota Bekasi di 12 kecamatan 56 kelurahan agar dibersihkan semuanya," katanya.

Baca: AHY Sudah Tahu Sosok Cawapres Pendamping Anies, Tolak Bocorkan: Tanya ke Pak Anies

Rumor duet Anis

Rumor duet Anies dan Cak Imin disampaikan pertama kali oleh Sekjen Demokrat Teuku Riefky Harsya.

Menurut Riefky, Cak Imin telah dipilih oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh untuk mendampingi mantan Gubernur DKI Jakarta itu setelah Surya bertemu dengan Cak Imin di markas Nasdem di Menteng, Jakarta, Selasa, (29/8/2023).

“Secara sepihak Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh tiba-tiba menetapkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Anies tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS,” kata Riefky dalam keterangannya, Kamis sore, (31/8/2023), dikutip dari Kompas.com.

Riefky mengatakan setelah pertemuan itu Surya memanggil Anies guna menyampaikan keputusan itu. Menurut Riefky, Anies setuju dipasangkan dengan Cak Imin dalam kontestasi tahun depan.

“Bahwa Anies telah menyetujui kerja sama politik Partai Nasdem dan PKB untuk mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Persetujuan ini dilakukan secara sepihak atas inisiatif Ketum Nasdem, Surya Paloh."

Baca: PDIP Impikan Duet Ganjar & Anies, Pengamat Anggap Ideal, Nasdem Sambut Baik, PKS & Demokrat Menolak

Riefky mengklaim keputusan duet itu tak langsung dikabarkan Anies kepada Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (KPP) yang menjadi anggota KPP.

Sehari setelah pertemuan itu Anies malah meminta Sudirman Said yang menjadi juru bicaranya untuk menyampaikan hal itu. Kata Riefky, Demokrat dipaksa untuk menyetujui keputusan itu.

Halaman
123


Editor: Febri Ady Prasetyo

Berita Populer