Bahkan, atap pada bagian depan bus ringsek sampai permukaan aspal.
Sementara Bus Eka juga mengalami ringsek pada bagian samping.
Menurut keterangan foto, insiden kecelakaan tersebut terjadi di Kecamatan Geneng, Kab. Ngawi.
"Geneng... eka vs sumber," begitu keterangan yang tertulis.
Sementara itu dari kesaksian warga, insiden laka itu terjadi pada dini hari sekira pukul 04.30 WIB.
Dua bus dikatakan beradu moncong saat sama-sama melaju dengan kecepatan tinggi.
Untuk sementara, jalan Madiun-Ngawi ditutup.
Para pengendara dialihkan untuk melewati jalan alternatif.
Dari unggahan Instagram @aboutngawi, empat orang meninggal dalam kejadian tersebut.
Pengemudi masing-masing bus, kernet Bus Eka dan satu pejalan kaki dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian itu.
“Kejadian berawal saat Bus Eka berjalan dari arah Solo menuju Madiun, sampai di lokasi, Bus Eka hendak menghindari pejalan kaki.
Sampai akhirnya, menabrak Bus Sugeng Rahayu dari arah berlawanan,” kata Kapolres Argowiyono.
Dia mengatakan total ada 15 penumpang bus yang mengalami luka.
Baca: Bus Sugeng Rahayu Tabrak Bus Eka di Ngawi, Penumpang: Bangun-Bangun Mandi Pecahan Kaca
Sementara, satu kernet bus, pejalan kaki, dan pengemudi masing-masing bus meninggal.
Pengemudi bus Sugeng Rahayu yakni Agus Susanto warga Blitar terlempar keluar dari bus hingga meninggal dunia. “Saat ini kami masih mengevakuasi bodi bus,”
Sri Utami (35) bersama suaminya Sutarjan (40) duduk di kursi barisan kelima sisi kiri ketika bus Sugeng Rahayu yang ditumpanginya menabrak Bus Eka di Jalan Raya Ngawi-Maospati, Desa Tambakromo, Kecamatan Geneng, Ngawi, Jawa Timur, Kamis (31/8/2023) pagi.
Sri kaget lantaran dalam waktu sekejap saat tabrakan itu terjadi, tubuhnya sudah bermandikan pecahan kaca. Sedangkan tepat saat adu banteng terjadi, Sri mengaku tertidur.
"Saya bangun bangun sudah mandi pecahan kaca dari rambut dan badan penuh pecahan kaca. Bagaimana bisa tabrakan saya tidak tahu," ujar dia saat ditemui di Rumah Sakit Geneng, Kamis (31/8/2023).