Bahkan keduanya sama-sama berasal dari Aceh.
"Mereka memang tidak mengenal detail korban, tapi mereka mengetahui korban ini anggota komunitas orang-orang Aceh," kata Irsyad lagi.
Meski tidak saling mengenal, namun para pelaku sudah memantau korban dari komunitas yang menaungi mereka.
"Jadi tahu apa kegiatannya mereka tahu, sehingga mereka melakukan kejahatan tersebut. Komunitas orang penjual kosmetik," beber Kolonel CPM Irsyad.
Meski begitu, ia masih mendalami jenis obat apa yang dijual oleh Imam Masykur di toko kosmetiknya tersebut.
"Kami dalami lagi korban ini apa saja jualan obat terlarangnya. Masih dalam tahap penyelidikan," ungkapnya lagi.
Untuk mengungkap kasus ini, pihaknya juga telah memeriksa delapan orang saksi.
Di antarannya keluarga, korban selamat, dan warga sekitar toko kosmetik. (*)