Sinyal Jokowi Dukung Prabowo Makin Jelas & Terbuka, PDIP Tak Ambil Pusing & Tetap Tenang

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pertemuan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan Presiden Jokowi di Istana Yogyakarta, Rabu (1/1/2020)

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pengamat politik Ahmad Khairul Umam merasa sinyal dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) makin jelas.

Menurut Umam, kuatnya sinyal itu berujung pada makin banyaknya pemilih Jokowi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang memutuskan mendukung Prabowo.

"Terkonsolidasinya basis pemilih loyal Pak Jokowi sebagian yang kemudian memberikan dukungan kepada Pak Prabowo sebenarnya juga tidak lepas dari intensitas komunikasi beliau yang semakin terbuka, semakin vulgar, dan juga semakin intens," ujar Umam dalam acara "Satu Meja" di Kompas TV, Rabu, (23/8/2023), dikutip dari Kompas.com.

Kata dia, sinyal dukungan Jokowi kepada Prabowo tampak saat kunjungan kerja Jokowi ke pabrik PT Pindad di Malang pada bulan Juli 2023.

Saat itu Jokowi, Ibu Negara Iriana, dan Menteri BUMN Erick Thohir naik kendaraan taktis Maung yang disopiri oleh Prabowo.

"Itu bukan sebuah etalase bicara tentang kebijakan pertahanan, di level ini tidak ada isu pertahanan sangat urgen, itu adalah panggung politik yang disediakan saya pikir oleh lingkar terdekat Pak Jokowi," kata Umam.

Baca: Muncul Baliho Jokowi-Prabowo yang Kian Mesra, Sinyal Bahaya untuk PDIP?

Baca: SBY Bermimpi Naik Kereta bersama Megawati & Jokowi, Beri Sinyal Dukung Ganjar?

PDIP tak ambil pusing

Sementara itu, PDIP mengaku tak ambil pusing tentang sinyal dukungan atau endorsement Jokowi kepada Prabowo.

Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga mengatakan ada saatnya rakyat akan menilai orisinalitas para capes., bukan dukungan yang mereka terima.

"Itu kenyataan yang ada bahwa masyarakat Indonesia sudah sangat cerdas. Oke ini sekarang endorsement Pak Jokowi, nanti ada masanya orisinalitas dari masing-masing calon dilihat sejauh apa," kata Eriko dalam dalam "Satu Meja" di Kompas TV, Rabu, (23/8/2023).

Eriko menganggap wajar apabila masyarakat berpendapat bahwa Jokowi mendukung Prabowo. Menurut dia, tindakan Jokowi mengajak Prabowo melakukan kunjungan bersama bukanlah hal aneh lantara Prabowo kini menjadi anak buah Jokowi dalam pemerintahan.

Di sisi lain, Eko mengatakan Ganjar Pranowo yang diusung sebagai capres oleh PDIP saat ini masih terikat dengan tugasnya sebagai Gubernur Jawa Tengah.

"Mas Ganjar masih jadi Gubernur Jawa Tengah, tidak bisa bebas dalam waktu-waktu tugasnya," kata dia menjelaskan.

Baca: Tunjuk Ketua Relawan Projo Jadi Menkominfo, Jokowi Disebut Beri Kode Dukung Prabowo

Baca: Jokowi & Prabowo Makin Dekat, Pengamat: Awas Mungkin Saja Ini Kode Keras Presiden

Eko juga mengklaim mayoritas pemilih Jokowi pada Pilpres 2019 masih memiliki kecenderung memilih Ganjar, menurut survei Litbang Kompas.

"36 persen yang ke Pak Prabowo, 63 persen yang ke Pak Ganjar, bukankah masih mayoritas? Itu sangat wajar menurut kami," ujarnya.

Menurut survei yang diselenggarakan tanggal 27 Juli hingga 7 Agustus 2023 itu, ada 63,6 persen pemilih Jokowi yang akan memilih Ganjar jika pemilu dilaksanakan saat survei dilakukan.

Akan tetapi, survei itu juga memperlihatkan bahwa jumlah pemilih Jokowi justru bertambah besar. Dalam survei itu ada 36,4 persen pemilih Jokowi yang memilih Prabowo. Jumlah itu naik dari 27,7 persen pada Januari 2023 dan 33,9 persen pada Mei 2023.

Ganjar unggul menurut SMRC

Dalam hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), elektabilitas Ganjar sebagai capres meningkat.

Di sisi lain, elektabilitas Prabowo mengalami penurunan. Perbedaan tingkat elektabilitas di antara keduanya menjadi makin tipis.

Baca: Hasil Survei Terbaru SMRC: Elektabilitas Ganjar Naik, Prabowo Turun, Selisih Makin Tipis

Halaman
12


Editor: Febri Ady Prasetyo

Berita Populer