"25 tahun yang lalu, Pak Prabowo menjalankan tugas negara, saya dan temen-teman menjalankan tugas sejarah. Dulu, terpaksa kita ada di kubu yang berbeda," kata Budiman dalam acara deklarasi itu.
"Tapi setelah 25 tahun, saya terinspirasi setelah membaca buku Paradoks Indonesia yang diberikan oleh Pak Prabowo, ditulis oleh Pak Prabowo."
"Kok semangatnya sama seperti yang dulu saya dengan teman-teman aktivis perjuangkan untuk kedaulatan rakyat Indonesia."
Karena kesamaan itu, Budiman menilai sekaranglah waktunya mereka menyatukan diri dan mewujudkan masa depan bersama dengan rakyat Indonesia.
"Jadi, sudah saatnya tugas sejarah harus menyatu dengan tugas negara. Dan karena itu pula, saya memahami isi pikiran Pak Prabowo Subianto."
"Kalau saya tidak mencintai isi pikiran itu, berarti saya mengkhianati diri saya sendiri, mengkhianati cita-cita saya sendiri dulu waktu berjuang."
Pengamat politik Ujang Komarudin mengaku tak heran apabila Budiman justru mendukung Prabowo dalam Pilpres 2024.
Ujang menilai Prabowo adalah sosok yang berada di tengah dan netral di antara dua bakal calon presiden lainnya, yakni Ganjar Pranowo yang diusung oleh PDIP dan Anies Baswedan yang diusung oleh Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
“Di antara pertempuran Ganjar dan Anies, saya melihatnya ya wajar saja, jika ada kader partai termasuk Budiman yang mendukung Prabowo karena posisi di tengah, itulah yang membuat arus atau arah angin pilpres kelihatannya ke Prabowo,” kata Ujang, Rabu, (19/7/2023), dikutip dari Tribunnews.com.
Menurut Ujang, Prabowo enggan terbawa arus lantaran menggunakan strategi "garis tengah". Hal itu membuat Prabowo mendulang banyak dukungan dari berbagai kalangan.
Berdasarkan survei terbaru yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) dari tanggal 1 hingga 8 Juli 2023, mantan Danjen Kopassus itu berhasil mendapat dukungan dari kalangan akar rumput, pengusaha, kaum muda.
“Ketika dilihat dari tiga kandidat, Prabowo, Ganjar dan Anies, Prabowo yang dianggap jalan tengah. Kenapa? Karena kubu Ganjar dan Anies bertempur, saling serang, saling kritik, sedangkan Prabowo ada di tengah posisinya,” kata Ujang.
Di samping itu, ada banyak elite politik juga yang makin mengarahkan dukungan kepada Prabowo lantaran dia bermain di "garis tengah".
“Prabowo menunjukkan sikap yang tidak mau menyerang, sikap santunnya, yang tidak lagi meledak-ledak, itu membuat masyarakat menjadi simpati kepada Prabowo dan membuat elite-elite banyak yang dukung Prabowo. Karena Prabowo posisinya di tengah itu posisi yang bagus,” kata Ujang.
Baca berita lainnya tentang Budiman Sudjatmiko di sini.