Mbah Ponem merupakan warga Bangen, Kalurahan Bangunjiwo, Kasihan, Kabupaten Bantul.
Ia berhasil selamat dari gempa meski rumahnya ambruk dan rata dengan tanah.
Diketahui Mbah Ponem ini tinggal sendirian di rumahnya.
Namun anak dan cucu-cucunya berada tidak jauh dari rumahnya.
Ketika terjadi gempa pada pukul pukul 19.57 WIB, Mbah Ponem sedang duduk di luar rumahnya.
Baca: BREAKING NEWS: Gempa Berkekuatan 6,4 Magnitudo Guncang Bantul Yogyakarta
Sesaat setelah gempa terjadi, Mbah Ponem, mendengarkan suara tembok roboh.
Saat itulah Mbah Ponem mengetahui tembok rumah miliknya sepanjang sekitar 3 meter roboh akibat diguncang gempa.
Tembok yang roboh tersebut berada pada bagian dapur dari rumah Mbah Ponem.
Ketua RT 6 Dusung Bangen, Subardo, yang juga merupakan kerabat Mbah Ponem menceritakan kronologi wanita paruh baya itu selamat dari maut.
"Kebetulan mbah Ponem itu simbah saya."
"Tadi pas kejadian simbah sedang duduk diluar, begitu ada suara tembok jatuh langsung masuk ke dapur," kata Subardo,dikutip dari TribunJogja.com, Jumat malam.
Baca: Gempa Guncang Bantul, Nenek 67 Tahun Kaget dan Meninggal Dunia di Pangkuan Suami
Subardo mengatakan, Mbah Ponem selamat dan tak mengalami luka sedikit pun.
Namun, robohnya dinding milik Mbah Ponem membuat beberapa peralatan rumah tangga rusak termasuk kompor yang biasa digunakan.
"Untungnya gak ada yang luka, hanya peralatan dapur saja banyak yang rusak karena tertimpa reruntuhan," ungkapnya.
Sebelumnya, gempa berkekuatan M 6,4 di Bantul ini terjadi pada pukul 19:57:41 WIB, Jumat (1/7/2023).
Diketahui, pusat gempa berada di laut 94 km Barat Daya Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan kedalaman 12 km.
Gempa ini dirasakan sampai Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Jawa Barat.
Akibat gempa, satu orang meninggal dunia dan 11 lainnya luka-luka.
Satu orang yang meninggal dunia merupakan warga Kabupaten Bantul, DIY, berinisial S perempuan berusia 67 tahun.