Apa Itu Hari Tasyrik ? Hari-hari usai Idul Adha di Mana Umat Islam Dilarang Mengerjakan Puasa

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengertian Hari Tasyrik, Mengapa Dilarang Berpuasa di Hari Tasyrik? Ini Dalilnya

1. Memperbanyak Syukur Nikmat

Apapun yang diberikan Allah Swt. adalah karunia baik itu sifatnya kesehatan maupun kekayaan.

Hal-hal tersebut wajib disyukuri.

Allah berfirman,

لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

La in syakartum la azidannakum wala in kafartum inna adzabi lasyadid

Artinya: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.

2. Meningkatkan Taat dan Takwa

Hari Tasyrik adalah rangkaian dari Yaumul Qadhiyah.

Disarankan untuk senantiasa meningkatkan taat dan takwa kepada Allah.

Hal itu agar memiliki nilai yang sama atau setidaknya mendekati para nabi-nabi yang luar biasa ketaatan dan ketakwaannya.

3. Perbanyak Doa dan Dzikir

Hari Tasyrik adalah saat sa'atul ijabah.

Perbanyaklah berdoa, dan banyak berzikir karena gari Tasyrik merupakan hari dijabahnya doa.

Pada Hari Tasyrik disunnahkan untuk memperbanyak dzikir.

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

“Dan berDzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang terbilang.” (QS. Al Baqarah: 203).

Beberapa dzikir yang diperintahkan Allah SWT di Hari Tasyrik diantaranya:

Pertama: berdzikir kepada Allah dengan bertakbir setelah selesai menunaikan salat wajib.

Kedua: membaca tasmiyah (bismillah) dan takbir ketika menyembelih kurban.

Halaman
123


Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer