Idul Adha 2023 Muhammadiyah & Pemerintah Beda, Masyaarakat Diimbau Saling Toleransi

Penulis: Shin PuanMaharani
Editor: Shin Puan Maharani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ribuan umat muslim melaksanakan Salat Idul Adha di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Minggu (11/8/2019). Imam besar pada Sholat Iduladha adalah KH Zainuri Ahmad Al Hafidz (Imam Besar MAJT) dan katib adalah Kapolda Jateng Irjen Pol Dr.H Rycko Amelza Dahniel.

Artinya, pada 29 Juni 2023 merupakan Hari Libur Nasional memperingati Hari Raya Idul Adha 1444 H.

Namun, pada SKB tersebut tidak menetapkan cuti bersama Hari Raya Idul Adha 2023.

Mengenai usulan libur Idul Adha 2023 menjadi dua hari, rencananya keputusan itu akan diumumkan pada Senin (19/6/2023).

Keputusan Pemerintah

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Dzulhijjah 1444 H jatuh pada Selasa, 20 Juni 2023.

Dengan ditetapkannya awal Dzulhijjah 1444 H ini, maka Hari Raya Idul Adha jatuh pada Kamis, 29 Juni 2023.

"Sidang isbat telah mengambil kesepakatan bahwa tanggal 1 Dzulhijjah tahun 1444 Hijriah ditetapkan jatuh pada Selasa tanggal 20 Juni 2023" kata Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa'adi di Jakarta, Minggu (18/6/2023), dilansir laman Kemenag.

"Dengan demikian Hari Raya Idul Adha 1444 H jatuh pada Kamis, 29 Juni 2023," sambung Wamenag.

Menurutnya, sidang menyepakati keputusan tersebut karena dua hal.

Baca: Jadwal Sidang Isbat Idul Adha 2023, Ada Kemungkinan Beda Antara Pemerintah dan Muhammadiyah

"Pertama, kita telah mendengar laporan Direktur Urusan Agama Islam (Urais) bahwa ketinggian hilal di seluruh Indonesia sudah berada di atas ufuk, namun masih berada di bawah kriteria imkanur rukyat yang ditetapkan MABIMS," ungkap Zainut.

"Dengan parameter-parameter ini, maka posisi hilal di Indonesia saat ini belum memenuhi Kriteria Baru MABIMS (Menteri Agama Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, dan Singapura)," terang Wamenag.

Kriteria baru MABIMS menetapkan bahwa secara astronomis, hilal dapat teramati jika bulan memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasinya minimal 6,4 derajat.

Kedua, Kemenag telah melaksanakan pemantauan atau rukyatul hilal pada 99 titik di Indonesia.

"Dari 34 provinsi yang telah kita tempatkan pemantau hilal, tidak ada satu pun dari mereka yang menyaksikan hilal," lanjut Wamenag.

Sebelumnya, dalam laporannya, Direktur Urais Kemenag, Adib, menyampaikan berdasarkan data yang dihimpun Tim Hisab Rukyat Kemenag, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia di atas ufuk berkisar antara 0° 11,78’ (nol derajat sebelas koma tujuh puluh delapan menit) sampai 2° 21,57’ (dua derajat dua puluh satu koma lima puluh tujuh derajat menit).

Dengan sudut elongasi antara 4,39° (empat koma tiga puluh sembilan derajat) sampai 4,93° (empat koma sembilan puluh tiga derajat).

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)



Penulis: Shin PuanMaharani
Editor: Shin Puan Maharani
BERITA TERKAIT

Berita Populer