“Dan hari ini Ibu (Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI-P) memberikan amanah kepada saya yang jauh lebih berat. Mudah-mudahan saya mampu, insya Allah saya akan terus berjuang dengan baik untuk itu, sebagai calon presiden Republik Indonesia,” ucapnya.
2. PPP
Pencapresan Ganjar juga mendapat dukungan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dukungan itu diputuskan lewat musyawarah dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PPP yang digelar selama tiga hari di Yogyakarta, 23-25 April 2023.
“Setelah melalui musyawarah dan diskusi yang mendalam, dengan mengucap bismillahhirrahmanirrahim, Partai Persatuan Pembangunan memutuskan Bapak Ganjar Pranowo sebagai calon presiden Republik Indonesia pada Pilpres tahun 2024 yang akan datang” kata Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP Mardiono di Yogyakarta, Rabu (26/4/2023).
PPP menyatakan, ada sejumlah alasan yang mendasari partainya pada akhirnya mendukung Ganjar. Pertama, PPP ingin melanjutkan dukungan politik terhadap mantan anggota DPR RI itu.
"Dukungan serupa telah pernah diberikan oleh PPP, yakni pada Pilkada Jateng 2018. PPP telah mengantarkan beliau menjadi Gubernur Jateng yang berpasangan dengan kader PPP Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin)," ujar Mardiono.
Kedua, PPP ingin menitipkan politik amar ma'ruf nahi munkar kepada Ganjar untuk diimplementasikan dalam tatanan politik pemerintahan pada masa mendatang, melalui prinsip-prinsip politik religius.
"Sebab, PPP yakin seyakin-yakinnya bahwa dengan kultur yang berasal dari keluarga NU, beliau pasti memiliki visi yang hampir sama dengan PPP," kata Mardiono.
Alasan ketiga, PPP memandang bahwa kapasitas, integritas, dan akseptabilitas Ganjar sangat layak menduduki posisi sebagai pemimpin bangsa. PPP juga melihat popularitas dan elektabiltas Ganjar sebagai politisi selalu di urutan atas.
Keempat, Mardiono menyebut bahwa secara historis, Ganjar tidak dapat dipisahkan dari PPP. Mertua Ganjar, Amhad Musadik, pernah menjabat sebagai Ketua DPC PPP pada 1973-1991.
Selain itu, pernah juga selama 5 periode menjabat anggota DPRD kabupaten dan satu periode anggota MPR RI dari PPP.
"Hingga saat ini rumah mertua Beliau juga masih digunakan sebagai kantor DPC PPP di Kabupaten Purbalingga," ujar Mardiono.
Alasan lainnya, berdasarkan mandat yang diberikan forum Rapimnas V, PPP berusaha melakukan komunikasi dan langkah-langkah maksimal, mendorong agar kader PPP dapat dipasangkan sebagai bakal calon presiden pendamping Ganjar.
"Ini saya tekankan karena ini amanat dari konstitusi PPP. Keinginan ini bukan harapan berlebihan, mengingat Hamzah Haz pernah jadi Wapres mendampingi Megawati (Soekarnoputri)," tutur Mardiono.
Setengah tahun sebelum PDI-P mengumumkan Ganjar sebagai bakal capres, tepatnya awal Oktober 2022, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah lebih dulu menyatakan dukungan buat orang nomor satu di Jawa Tengah itu.
Menurut PSI, nama Ganjar terpilih melalui forum Rembuk Rakyat yang diselenggarakan PSI sejak akhir Februari 2022. Forum tersebut memfasilitasi pertemuan dewan pimpinan pusat dan pengurus daerah PSI dengan para tokoh di daerah guna menjaring kandidat capres yang berkomitmen melanjutkan kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
"Dari hasil Rembuk Rakyat itu, kami mengumumkan bahwa Partai Solidaritas Indonesia akan mencalonkan Pak Ganjar Pranowo sebagai calon presiden PSI di tahun 2024," kata Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, dalam konferensi pers, Senin (3/10/2022).
PSI menyebut, ada 9 nama kandidat capres yang muncul dari hasil Rembuk Rakyat, di antaranya, nama Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri BUMN Erick Thohir, hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Dari sejumlah nama, Ganjar dinilai sebagai sosok terbaik karena punya visi kebangsaan yang sama dengan yang selama ini diperjuangkan oleh PSI.
"Selain itu PSI juga melihat Mas Ganjar sebagai sosok paling pas untuk melanjutkan kerja-kerja yang selama ini sudah dilakukan Pak Jokowi dalam memajukan Indonesia," ujar Grace.
PSI juga menilai bahwa Ganjar merupakan politisi yang merakyat serta mengerti aspirasi dan pola komunikasi kaum muda, terbukti dari cara dia mengoptimalkan penggunaan media sosial.
"Meskipun memang Mas Ganjar bukan kader PSI, tetapi PSI berkomitmen mendukung kandidat terbaik," tutur Grace.
Sementara, sehari setelah PDI-P mendeklarasikan Ganjar sebagai bakal capres atau 22 April 2023, Partai Hanura menyatakan dukungan. Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang atau yang akrab disapa OSO, menilai, keputusan PDI-P menunjuk Ganjar sebagai capres sudah tepat.
"Saya sepakat, kita, saya, partai saya, Partai Hanura Republik Indonesia dengan seluruh perangkatnya, dengan zoom tadi malam, pada jam 5 sore, kita memutuskan bersama seluruh cabang-cabang yang ada di Indonesia ini, DPD-DPD di seluruh Indonesia menyatakan sepakat untuk mendukung Ganjar Pranowo," kata OSO di kediamannya, Setiabudi, Jakarta, Sabtu (22/4/2023).
Menurut OSO, Ganjar adalah sosok yang berpihak kepada daerah. Dia berpendapat, jika daerah makmur, maka negara akan semakin makmur.
"Saya melihat adalah kepentingan bangsa lebih diutamakan dalam meneruskan pola sistem yang betul-betul berpihak kepada daerah, karena tagline partai saya adalah berpihak kepada daerah. Sebab daerah makmur, baru ada Indonesia makmur, bukan Jakarta makmur artinya Indonesia makmur," ujarnya.
OSO pun menyebut, peluang Ganjar menjadi Presiden Indonesia selanjutnya sangat besar. Sebab, menurutnya, Ganjar punya latar belakang nasionalis dan memiliki banyak suara di Pulau Jawa.
"Ya maaf ya. Satu, dia orang Jawa. Kedua, memang suara itu adanya di Jawa ya. Tapi kalau kita bicara soal begini kan enggak baik, tapi itulah situasinya. Kan dia punya kans yang paling menjanjikan karena nasionalis," kata OSO.
OSO menambahkan, jajaran partainya di daerah akan melakukan sosialisasi untuk mendukung Ganjar sebagai capres. Dia bahkan membuka peluang partainya untuk membentuk tim pemenangan Ganjar pada pilpres mendatang.
"Itu bisa saja karena tanpa dibikin pun kita sudah koordinasi dengan seluruh DPD dari kemarin. Kan mereka serempak menyambut itu dan bukan saya yang minta dan mereka serempak menyambut itu dan bukan saya yang minta," tutur OSO.
Terbaru, giliran Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menyatakan dukungan buat Ganjar. Perindo resmi mendukung Ganjar usai menandatangani kerja sama politik dengan PDI-P pada Jumat (9/6/2023).
Perjanjian politik tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.
"Kerja sama politik ini adalah kerja sama dalam kaitannya pilpres. Untuk mengusung Bapak Ganjar Pranowo memenangkan sebagai Presiden Republik Indonesia 2024," kata Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo di Kantor DPP PDI-P, Jakarta, Jumat (9/6/2023).
Menurut Hary Tanoe, ada tiga alasan yang mendasari Perindo mendukung Ganjar. Pertama, Perindo menilai, PDI-P merupakan partai yang saat ini paling siap menghadapi kontestasi pemilu.
Dia memastikan, kerja sama politik antara Perindo dan PDI-P mencakup semua kontestasi Pemilu 2024, baik pemilihan presiden maupun pemilihan anggota legislatif.
"Ada yang tanya sama saya, kenapa kok milih PDI-P? Yang pertama, alasannya adalah karena PDI-P adalah partai yang sudah siap, telah memenuhi presidential threshold 20 persen," ujar Hary Tanoe.
Alasan kedua, Hary Tanoe menyebut, Perindo dan PDI-P sama-sama menjunjung tinggi ideologi Pancasila dalam berpolitik.
Ketiga, Perindo mendukung Ganjar karena politisi PDI-P tersebut sangat diterima masyarakat. Selain itu, Ganjar sudah sepakat untuk melanjutkan pembangunan yang selama ini sudah dijalankan dengan baik oleh Presiden Jokowi.
"Membangun suatu bangsa perlu kesinambungan, tidak boleh memulai dari nol lagi. Dan itulah yang nanti akan dijalankan oleh Bapak Ganjar Pranowo. Sekiranya beliau bisa menjadi Presiden RI tahun 2024," kata Hary Tanoe.