Akibat ulah bidan dan perawat tersebut, wanita dan anaknya yang berada di dalam kandungan itu meninggal dunia.
Kisah ini viral setelah akun Facebook bernama Lika Santosa mengunggah foto pada tanggal 29 Mei 2023, yang memperlihatkan dirinya sedang bersama mayat isitrinya.
Lika Santosa meyebut bahwa istrinya meninggal karena terlambat mendapatkan pertolongan ketika hendak melahirkan di Puskesmas Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan (Sumsel).
"Kejadian malam 9 Mei 2023. Tika istri awak nak melahirkan masuk Puskesmas Pauh jam 10 lewat. Jam 1 setengah isteri awak pecah air ketuban sampai jam 2 belum jugo (juga) lahir, jam 3 belum jugo lahir, jam 3 lewat bidan ngomong dio nak tido dulu (dia bilang mau tidur dulu)," tulis akun Lika, dikutip pada 1 Juni 2023.
Lika kesal karena respons bidan dan perawat yang memilih untuk tidur tanpa mengambil tindakan darurat.
Bahkan, ia juga sempat marah dan menegur bidan dan perawat tersebut supaya diberikan surat rujukan ke rumah sakit terdekat.
Baca: Kisah Horor Septi, Siswi SD di Jogja yang Tinggal Sendirian di Hutan Angker, Sering Lihat Penampakan
Akan tetapi, oknum nakes itu justru memintanya untuk keluar dari ruang persalinan lantaran ucapannya telah membuat mereka tersinggung.
"Pas nak masok lagi takunci pintu, ngapo bidan ngunci pintu dakte kuargo yang nemani tika di dalam dakte utak nian bidan puskesmas pauh jangan mentang2 mereka bidan jangan sakendak kenda mereka," ujarnya.
Dikatakan Lika, pihak Puskesmas Pauh baru merujuk Tika ke Rumah Sakit AR Lubuk Linggau pada pukul 05.00 WIB.
Akan tetapi, setibanya di rumah sakit, kondisi istrinya itu menurun dan membuatnya tak mampu bertahan.
"Dua nyawa dak (tidak) selamat," tuturnya.
Bupati Muratara Devi Suhartoni juga telah mnyampaikan duka cita dan turut merasakan kesedihan atas musibah itu.
Lantas, seperti apa sosok bidan dan perawat yang diduga memilih tidur dibanding merawat pasien hamil itu?
Baca: Viral Video Anak Kecil Dianiaya Perempuan Dewasa, Diinjak-injak hingga Dijambak, Ternyata Kasus Lama
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Trisnawarman telah buka suara menanggapi kasus yang menjadi perhatian publik itu.
Trisnawarman mengatakan bahwa perkara tersebut sedang dalam proses investigasi oleh pihak Dinkes Kabupaten Muratara.
"Sudah kita konfirmasi ke Dinkes Muratara, sedang diinvestigasi ke Puskesmas Pauh atas saran kita nanti akan dilaporkan ke dinkes provinsi," kata Trisnawarman, Selasa, 30 Mei 2023, dikutip dari Kompas.com.
Di sisi lain, Dinkes Kab. Muratara Sumatera Selatan membantah bidan dan perawat Puskesmas Pauh lebih memilih tidur dibandingkan melayani pasien hamil itu.
Plt Kepala Dinkes Muratara Tasman Majid berujar bahwa menurut keterangan tiga nakes yang melayani Tika, terdapat miskomunikasi antara pihak keluarga pasien dan puskesmas.
Ketiga nakes itu terdiri dari satu bidan dan dua perawat.