Sosok Ngabila Salama, Pegawai Dinkes Pamer Gaji Rp34 Juta Dihujat Sesama Dokter, Akhirnya Minta Maaf

Penulis: Ika Wahyuningsih
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Terungkap jabatan dokter Ngabila Salama pamer gaji atau take home pay (THP) sebesar Rp 34 juta per bulan.

"Karena keinginan saya di bidang public health (kesehatan masyarakat), maka saat S2 saya ambil jurusan Kesehatan Masyarakat," tutur ibu dari tiga orang anak laki-laki itu.

Kemudian saat ini, Ngabila tengah menempuh pendidikan S3 dengan jurusan yang sama saat ia belajar di jenjang S2.

Berkiprah di Dinkes DKI Jakarta

Menjalani karier di Dinkes DKI Jakarta menjadi perjalanan yang panjang bagi Ngabila.

"Jadi setelah lulus S1 di Universitas Indonesia pada Agustus 2012, saya sempat mengabdi di Kalianda, Lampung Selatan selama satu tahun," ujar Ngabila.

Setelah pulang di tahun 2013, Ngabila mengikuti penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di tempat tinggalnya kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Ngabila menjalani seleksi CPNS yang membuka kuota 300 dokter di DKI Jakarta.

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dr Ngabila Salama, MKM saat difoto setelah menerima awak media dari Wartakotalive.Com di kantor Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (28/1/2023). (Wartakotalive/Yulianto)

"Alhamdulillah saya lolos, dan tanggal 1 Maret 2014 saya sudah jadi CPNS di Puskesmas Duren Sawit," ucap wanita yang memiliki lesung pipi di sebelah kiri itu.

Tiga tahun ia bekerja di Puskesmas Duren Sawit, pada tahun 2017 ia dipindahkan ke Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Timur untuk mengurus penyakit TBC.

Kemudian pada Februari 2019, Ngabila dipindahtugaskan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menjadi Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta hingga saat ini. (m36)

Riwayat pendidikan:

1. 1993-1995: TK Islam Fithria Assyahara, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur;

2. 1995-2001: SDN 02 Duren Sawit, Jakarta Timur;

3. 2001-2004: SMPN 109 Makasar, Jakarta Timur;

4. 2004-2007: SMAN 8 Tebet, Jakarta Selatan;

5. 2007-2012: S1 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Depok;

6. 2014-2016: S2 Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Depok;

7. Saat ini tengah menempuh pendidikan S3 Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Depok.

Publikasi:

1. 2021: The Lancet Regional Health – Western Pacific: Clinical Characteristics and mortality associated with Covid-19 in Jakarta, Indonesia: a Hospital-Based Retrospective Cohort Study, 2021;

Halaman
1234


Penulis: Ika Wahyuningsih
BERITA TERKAIT

Berita Populer