Gubernur Lampung itu meminta wartawan Kompas TV untuk menghapus video yang mereka ambil saat meliput.
Momen tersebut dilakukan Arinal saat berdiri di atas podium membacakan sambutan kegiatan di hadapan para ASN dan petugas haji.
Baca: TikToker Bima Kritik Jokowi yang Naik Mercy ke Lampung, Ahmad Sahroni Tak Terima: Jangan Norak!
Baca: Beda dengan Gubernur Lampung, Menteri Basuki Diam Saja saat Jokowi Ambil Alih Perbaikan Jalan
Dari pantauan wartawan Tribunlampung.co.id, kejadian itu bermula saat Arinal membuka kegiatan.
Saat memberikan sambutan, Arinal menegur petugas haji dengan nada tinggi karena tidak memperhatikan ucapannya.
"Saya minta petugas mendengar ini dulu ya. Ini kita menjalankan perintah ini dari Allah. Kalau Anda bermain-main, saya mendapat perintah dari menteri agama, coret," kata Arinal.
Belum selesai menegur, Arinal melihat wartawan yang sedang merekam dan menegurnya.
Arinal Djunaidi mengaku pusing dirinya selalu viral di mesia sosial, apa yang dilakukan dan diucapkannya menjadi viral terus.
"Jangan diviralin dulu, hapus semua. Lagi pusing saya. Sebentar-sebentar viral, sebentar-sebentar viral. Nanti dibuat gubernur marah, jadi netizen," tandas Arinal.
Intervensi Arinal semakin menjadi begitu tahu yang ditegur merupakan wartawan media mainstream.
Ia meminta agar wartawan tersebut mematikan alat rekamnya.
"Kamu, kamu (petugas) Kominfo (Dinas Kominfotik) ya?" tanya Arinal.
"Bukan, Pak. Kompas TV," jawab wartawan tersebut.
"Nah, berbahaya ini. Matiin," ucap Arinal sembari disambut tawa para ASN dan petugas haji yang hadir.
Wartawan Kompas TV tersebut hanya menjawab, "Siap, Pak".
Arinal menyebut bahwa teguran yang disampaikannya kepada petugas haji itu dianggapnya bak menegur saudaranya.
"Semua saudara-saudara saya kok," ujar Arinal.
Usai kegiatan acara tersebut, Arinal Kemudian melakukan santap siang bersama beberapa pejabat. Dia juga enggan diwawancarai oleh wartawan yang sedari pagi telah menunggunya.
Tak pelak video potongan berisi cuplikan pelarangan liputan ini menjadi viral dan mendapat tanggapan warganet.
Sebelumnya, Arinal disebut-sebut mengintimidasi orangtua Bima Yudho setelah kritikan soal Lampung viral.
Pasca kabar tersebut, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi kian dicecar hingga terkuak rekam jejak digitalnya yang mengaku sebagai mantan preman.