Sosok Tini, Pengemis Tajir yang Punya Cek Rp1,3 Miliar, 3 STNK, & Harta 'Warisan Pahlawan'

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tini, pengemis yang memiliki cek Rp1,3 miliar, mengaku hartanya titipan dari pahlawan atau pendahulunya.

"Kita pun rencananya akan merehabilitasi ke panti yang memang di peruntukan untuk lansia ya karena memang sudah masuk ke kategori lansia," tutup Dody.

Sebelumnya telah diberitakan soal pengemis tajir viral miliki cek Rp 1,3 miliar.

Tak hanya cek senilai miliaran rupiah, pengemis yang ditertibkan oleh Dinas Sosial Kota Bogor tersebut juga memiliki 3 STNK motor.

STNK milik pengemis tajir tersebut atas nama Irvan yang beralamat di Taman Pagelaran, Ciomas, Kabupaten Bogor.

Pengemis tajir di Bogor tersebut mengklaim STNK tersebut adalah milik mertuanya.

"Ini Yamaha, banyak amat STNK-nya," kata petugas Dinsos, dilansir Tribun Bogor.

"Itu punya mertua aku Pardin," akui wanita pengemis.

Baca: Pensiunan Polisi Terjaring Razia, Nekat Jadi Pengemis Manusia Silver Karena Malu Minta pada Kerabat

Baca: Viral Video Pengemis di Semarang Lempar Sandal ke Pengendara Gara-gara Tak Diberi Uang

Sebagai informasi, pengemis tajir yang ditertibkan oleh Dinas Sosial Kota Bogor tersebut diketahui hidup di Kolong Jembatan Panaragan, Jalan Veteran, Bogor Tengah, Jawa Barat.

Pengemis tajir yang juga seorang pemulung tersebut berjenis kelamin perempuan.

Kabar vial pengemis tajir ini awalnya dibagikan oleh akun Instagram @dinsoskotabogor, Kamis (27/4/2023).

Dinsos beberkan temuan penghuni kolong jembatan di Kota Bogor yang memiliki banyak harta dan aset. Bahkan wanita pengemis tersebut mempunyai cek senilai Rp1,3 miliar (kolase Instagram @dinsoskotabogor)

Akun @dinsoskotabogor juga menuliskan keterangan terkait beberapa foto dan video yang diunggahnya.

Berikut keterangannya:

"Penghuni Kolong jembatan Panaragan Kota Bogor yg sudah 3 kali dievakuasi Dinsos Kota Bogor ternyata punya uang tunai yg cukup banyak, tabungan, motor, dan aset lainnya yg cukup besar.

Mereka menjadi pengemis dan pemulung sebagai profesi dan kerjaan rutin. Tinggal di kolong jembatan menjadi cara untuk dikasihani untuk menambah penghasilan mereka. Agar masyarakat tidak memberikan bantuan kepada warga seperti ini, krn akan semakin membuat mereka betah menjadi GePeng dan semakin sulit diurus dan dibina oleh pemerintah.

Dinas Sosial Kota Bogor terus berusaha menangani PMKS/PPKS khusunya GePeng agar mereka bisa mandiri dan tidak mengandalkan hidup dari hasil belas kasihan orang. Bersama SKPD lain kami bersinergi untuk menampung di Rusunawa bagi tuna wisma warga kota Bogor. Menyediakan fasilitas kesehatan bersama Dinkes, Sekolah Gratis di Semua SD dan SMP Negeri, juga menyediakan sembako bantalan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun perlu dukungan masyarakat dengan cara Tidak Memberikan Bantuan kepada mereka Di Jalan, di Lampu Merah yg akan membuat mereka menjadi semakin betah. Kami akan sangat berterima kasih apabila bantuan masyarakat disalurkan melalui panti, langsung ke tempat tinggal mereka, atau melalui Baznas, Dinas Sosial atau Lembaga Kesejahteraan Sosial yg ada di Kota Bogor."

KLIK VIDEO DI SINI

Dalam unggahan akun tersebut juga memperlihatkan wajah dan penampilan gelandangan tersebut.

Nampak juga petugas dinsos yang mewancarai pengemis tajir tersebut.

Pengemis tajir dengan cek Rp 1,3 miliar tersebut

baju motif garis hitam putih dan topi coklat kusam, wanita tersebut memperlihatkan semua aset yang ia punya.

Terlihat dari video yang dibagikan, wanita yang tak diketahi identitasnya itu pasrah saat dinasehati petugas Dinsos.

Halaman
123


Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Febri Ady Prasetyo
BERITA TERKAIT

Berita Populer