Kemudian, ia bermain bersama Rot-Weiss Essen selama lima tahun.
Selanjutnya ia pindah ke The Youth Department of FC Schalke 04 pada tahun 2005.
Di sini ia bermain dengan menggunakan jersey bernomor punggung 17.
Baca: Pemain Piala Dunia 2022 Qatar - Sebastian Sosa
Baca: Arsenal Football Club (FC)
Kesempatan ini juga menjadi awal Mesut Ozil bermain sebagai playmaker dan gelandang serang.
Mesut Ozil pindah ke Werder Bremen pada 31 Januari 2008.
Kala itu Mesut Ozil diboyong dengan biaya sekitar 4,3 juta euro atau sekitar Rp 67 miliar.
Pada musim perdana, Mesut Ozil berhasil mencetak tiga gol dan 15 assist.
Sumbangan ini turut membawa dampak yang signifikan terhadap tim.
Di musim kedua, Ozil berhasil mencetak 9 gol dan 17 assist dalam 31 penampilannya.
Mesut Ozil juga berkesempatan bermain di Piala Dunia FIFA 2010.
Karena penampilan yang mengesankan, ia diincar oleh berbagai tim Eropa.
Kala itu Barcelona, Arsenal, dan Manchester United, digadang-gadang sedang berebut Mesut Ozil.
Pada tanggal 17 Agustus 2010, Mesut Ozil diboyong Real Madrid dengan biaya transfer sebesar 15 juta Euro atau sekitar Rp 233 miliar.
Selama membela Real Madrid, nomor punggung jersey Mesut Ozil sering berubah.
Tiga tahun berlaga bersama Real Madrid, Mesut Ozil pindah ke Arsenal dengan mahar sebesar 15 juta Euro atau sekitar Rp 233 miliar.
Transfer ini membuat Mesut Ozil disebut sebagai pemain sepak bola Jerman termahal sepanjang sejarah.
Ozil menggunakna jersey bernomor punggung 11 dan bertugas sebagai pengatur serangan Arsenal.
Debutnya bersama arsenal dimulai dengan melawan Sunderland.
Ia turut menyumbangkan assist pada pertandingan yang memenangkan Arsenal 3-1 tersebut.
Tiga hari kemudian. Mesut Ozil mengawali debutnya di Liga Champions bersama Arsenal.