- Kuda
- Anjing
- Hewan pengerat
- Hewan liar
Saat hewan ini terinfeksi, mereka mungkin tidak memiliki gejala penyakit.
Hewan yang terinfeksi dapat terus mengeluarkan bakteri ke lingkungan secara terus menerus atau sesekali selama beberapa bulan hingga beberapa tahun.
Baca: Nekrosis Avaskular
Baca: Neurofibromatosis Tipe 1
Manusia dapat terinfeksi melalui:
- Kontak dengan urin (atau cairan tubuh lain, kecuali air liur) dari hewan yang terinfeksi.
- Kontak dengan air, tanah, atau makanan yang terkontaminasi urin hewan yang terinfeksi.
Bakteri tersebut dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit atau selaput lendir (mata, hidung, atau mulut), terutama jika kulit rusak akibat luka atau goresan.
Minum air yang terkontaminasi juga dapat menyebabkan infeksi.
Wabah leptospirosis biasanya disebabkan oleh paparan air yang terkontaminasi, seperti air banjir.
Penularan dari orang ke orang jarang terjadi.
Pada manusia, Leptospirosis dapat menyebabkan berbagai macam gejala, antara lain:
- Demam tinggi
- Sakit kepala
- Panas dingin
- Nyeri otot
- Muntah
- Penyakit kuning (kulit dan mata kuning)