46 Ribu Jiwa Melayang dalam Bencana Gempa Turki-Suriah

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang pria membawa alat musik keluar dari tokonya yang rusak di Antakya pada 18 Februari 2023. Gempa berkekuatan 7,8 melanda dekat Gaziantep, Turki, pada dini hari tanggal 6 Februari, diikuti oleh gempa berkekuatan 7,5 setelah tengah hari. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan luas di Turki selatan dan Suriah utara dan telah menewaskan lebih dari 44.000 orang.

Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca mengatakan pada hari Sabtu bahwa meskipun telah terjadi peningkatan infeksi usus dan saluran pernapasan atas, jumlahnya tidak menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.

"Prioritas kami sekarang adalah melawan kondisi yang dapat mengancam kesehatan masyarakat dan mencegah penyakit menular," kata Koca dalam konferensi pers di provinsi Hatay selatan.

Organisasi bantuan mengatakan para penyintas akan membutuhkan bantuan selama berbulan-bulan mendatang dengan begitu banyak infrastruktur penting yang hancur.

Kemarahan tumbuh

Foto yang diambil pada tanggal 18 Februari 2023 ini menunjukkan tanda (X) terbaca yang mengacu pada bangunan yang sudah dipindai oleh petugas penyelamat di kota Antakya. Gempa berkekuatan 7,8 melanda dekat Gaziantep, Turki, pada dini hari tanggal 6 Februari, diikuti oleh gempa berkekuatan 7,5 setelah tengah hari. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan luas di Turki selatan dan Suriah utara dan telah menewaskan lebih dari 44.000 orang. (Sameer Al-DOUMY / AFP)

Baik Turki maupun Suriah tidak mengatakan berapa banyak orang yang masih hilang setelah gempa.

Bagi keluarga yang masih menunggu untuk menjemput kerabat di Turki, ada kemarahan yang meningkat tentang apa yang mereka lihat sebagai praktik pembangunan yang korup dan pembangunan perkotaan yang sangat cacat yang mengakibatkan ribuan rumah dan bisnis hancur.

Salah satu bangunan tersebut adalah Ronesans Rezidans (Renaissance Residence), yang runtuh di Antakya, menewaskan ratusan orang.

“Konon aman gempa, tapi lihat hasilnya,” kata Hamza Alpaslan, 47 tahun, yang saudara laki-lakinya pernah tinggal di blok tersebut. “Ini dalam kondisi yang mengerikan. Tidak ada semen atau besi yang layak di dalamnya. Ini benar-benar neraka.”

Turki telah berjanji untuk menyelidiki siapa pun yang diduga bertanggung jawab atas runtuhnya bangunan dan telah memerintahkan penahanan lebih dari 100 tersangka, termasuk pengembang.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaa)



Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer