Sementara, dalam konteks kebersamaan keluarga, sifat kue yang bulat, manis dan lengket itu dapat dimaknai lebih jauh.
Kue keranjang yang bulat, diartikan sebagai keluarga yang besatu, bersekutu, dan rukun.
Baca: Kue Kantong Semar
Baca: Kue Srikaya
Rasa manis kue keranjang, diibaratkan bahwa seseorang harus berperilaku dan bertutur kata manis, supaya dapat saling menguatkan.
Selain itu, tekstur dari kue keranjang yang lengket memiliki arti yakni mengupayakan atau berusaha sekeras mungkin agar keluarga tidak terpisahkan.
Disebutkan bahwa, pendiri Kue Keranjang Hoki oleh Kim Hin Djohari mengatakan, kue keranjang merupakan simbol kekeluargaan dan persahabatan.
Dengan mengonsumsi kue keranjang, orang tersebut berarti turut mengamini filosofi di balik kue keranjang yang sudah dipercaya sejak lama.
Sementara, dalam sembahyang, kue keranjang memiliki makna yang berbeda.
Kue keranjang dimaknai sebagai pengingat kepada leluhur.
Kue keranjang dapat dijadikan sebagai tanda bukti atau penghormatan.
- Makna Kue Keranjang yang Ditumpuk
Filosofi juga terkandung dalam penyajian kue keranjang.
Kue keranjang biasanya disajikan dengan ditumpuk, mulai dari yang terbesar hingga yang terkecil.
Melansir laman Discover JB, kue keranjang yang ditumpuk diartikan sebagai lambang dari peningkatan kemakmuran hidup.
Baik pendapatan, posisi, maupun pertumbuhan anak.
Harapannya, agar tahun berikutnya lebih baik daripada tahun sebelumnya.
Berikut adalah cara membuat kue keranjang, dilansir dari Kompas:
Bahan:
375 ml air panas
400 gram gula pasir