Para pemain Persebaya sempat tertahan di Stadion Kanjuruhan, namun mereka aman saat pulang menggunakan kendaraan taktis (rantis).
"Tim telah keluar dari area stadion dan langsung menuju titik evakuasi agar bisa segera kembali ke Surabaya dan beristirahat," tulis akun resmi Persebaya.
Sementara pemain Arema tertahan di ruang ganti pemain, bahkan turut membantu menolong korban yang berjatuhan.
Adapun di dalam Stadion Kanjuruhan terjadi kericuhan saat pihak keamanan mencoba mengamankan pemain.
Berdasarkan laporan jurnalis Kompas TV, Muhammad Tiawan, suporter berbondong-bondong masuk ke lapangan selepas laga.
Baca: Kapolda Jatim Komentari Keluarga Tragedi Kanjuruhan yang Mengaku Terintimidasi Polisi
Pihak keamanan mencoba mengamankan dengan menembakkan gas air mata ke bagian bawah pagar pembatas.
Namun, asap gas air mata yang mereka lontarkan mengarah ke tribune dan mengepul di sisi selatan.
Asap tersebut diduga menjadi penyebab suporter sesak napas dan pingsan, bahkan memakan korban jiwa.
Berdasarkan video unggahan ketua Save Our Soccer, Akmal Marhali, di Twitter, terlihat jelas kepulan asap di sisi tribune selatan.
Sekitar dua jam setelah kericuhan terjadi, kondisi Stadion Kanjuruhan berangsur mereda.
Sementara itu, Aremania turut membantu suporter-suporter yang pingsan.
Termasuk pemain maupun staf Arema yang tertahan, mereka turut membantu korban.
Sementara, pihak keamanan belum diketahui menahan pihak-pihak yang diduga provokator kericuhan.
Inilah 6 daftar tersangka dalam Tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.
Akhirnya Polri merilis daftar tersangka tragedi berdarah yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang.
Keterangan ini disampaikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Kamis (6/10/2022) malam WIB.
Ada tiga anggota polisi yang dijadikan tersangka adalah sosok pemberi perintah untuk menembakkan gas air mata.
Sementara tiga lainnya merupakan masyarakat sipil.
Kapolri mengatakan ketiganya memberi perintah kepada anggota untuk menembakkan gas air mata ketika terjadi kerusuhan.