“Kami telah meriset dan memindai sosok Jenderal Andika. Beliau memiliki perpaduan antara kecerdasan dan pengabdian. Pribadi yang rendah hati dan humanis, yang selalu terbuka untuk berdialog dengan siapa pun,” ujar Saragi.
Sentuhan kemanusiaan terlihat jelas dalam keputusan-keputusan strategis yang dilaksanakan dengan cepat oleh jajaran Panglima Tentara Nasional Indonesia itu.
“Kami yakin bahwa Pendekar Indonesia bukan satu-satunya kelompok yang sudah melihat karya dari Jenderal Andika. Gaya beliau menarik selera keindahan kami dan membangkitkan hal yang terkait intelektual maupun emosional,” terang Saragi.
Ketua Pendekar Indonesia itu mengatakan, “Anda bisa menilai bahwa Jenderal Andika membangun kesuksesannya melalui racikan paradoks antara kerendahan hati dan tekad
profesional. Beliau menunjukkan kerendah-hatian yang natural, tidak menonjolkan diri dan
autentik.”
Perpaduan sifat pemimpin semacam itu, dalam riset Jim Collins, telah berhasil membuat banyak perusahaan yang kondisinya 'baik' menjadi 'hebat' (good to great).
Atas alasan itu juga pada 9 Oktober 2022 lalu Saragi dan relawan Pendekar Indonesia mendeklarasikan permohonan dan dukungan agar menantu Hendropriyono tersebut maju sebagai capres pada 2024 mendatang.
“Meski tak bisa meramal, tapi kami menilai jika Pak Andika Perkasa menjadi Presiden, beliau akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk membuat Indonesia tidak sekadar menjadi negara yang ‘baik,’ tetapi negara yang ‘luar biasa,’ tak peduli betapa besar tantangan yang ada,” kata Saragi
Pria yang menulis Manifesto Politik 2022 itu menegaskan, yang perlu disadari bersama adalah untuk membangun suatu negara yang luar biasa tidak bisa dengan cara instan.
“Presiden Joko Widodo sudah merintisnya untuk kita, sekarang ikhtiar beliau perlu dilanjutkan oleh sosok yang tepat. Seorang yang tegas cerdas, dan pantas. Kami melihat sosok itu pada Jenderal Andika Perkasa. Beliau akan bisa memimpin segenap rakyat Indonesia mempercantik keindahan bangsa ini,” pungkas Saragi.