Adapun di dalam Stadion Kanjuruhan terjadi kericuhan saat pihak keamanan mencoba mengamankan pemain.
Berdasarkan laporan jurnalis Kompas TV, Muhammad Tiawan, suporter berbondong-bondong masuk ke lapangan selepas laga.
Pihak keamanan mencoba mengamankan dengan menembakkan gas air mata ke bagian bawah pagar pembatas.
Namun, asap gas air mata yang mereka lontarkan mengarah ke tribune dan mengepul di sisi selatan.
Asap tersebut diduga menjadi penyebab suporter sesak napas dan pingsan, bahkan memakan korban jiwa.
Berdasarkan video unggahan ketua Save Our Soccer, Akmal Marhali, di Twitter, terlihat jelas kepulan asap di sisi tribune selatan.
Sekitar dua jam setelah kericuhan terjadi, kondisi Stadion Kanjuruhan berangsur mereda.
Baca: Pasutri Aremania Jadi Korban Tragedi Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan
Baca: Tragedi Stadion Kanjuruhan Arema vs Persebaya Jadi Insiden Terbesar Kedua dalam Sejarah Sepakbola
Sementara itu, Aremania turut membantu suporter-suporter yang pingsan.
Termasuk pemain maupun staf Arema yang tertahan, mereka turut membantu korban.
Sementara, pihak keamanan belum diketahui menahan pihak-pihak yang diduga provokator kericuhan.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut aparat sudah minta antisipasi soal laga Aremania melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022), kemarin.
Pihak aparat telah mengantisipasi lewat koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan.
Terkait pelaksanaan pertandingan derbi Jawa Timur itu dilakukan pada sore hari, bukan malam.
Tak hanya itu saja, naum juga soal jumlah penonton yang disesuaikan dengan kapasitas stadion yang berjumlah 38.000 orang.
Namun usul tersebut justru tak diindahkan oleh rekan panitia.
Bahkan tiket yang dicetak mencapai 42 ribu lembar.
“Tapi usul-usul itu tidak dilakukan oleh panitia yang tampak sangat bersemangat. Pertandingan tetap dilangsungkan malam, dan tiket yang dicetak jumlahnya 42.000," jelas Mahfud, dilansir Kompas.
Tragedi Stadion Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022) disebut bukan karena bentrok antar suporter.
Hal ini ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, , Minggu (2/10/2022).