Namun, Institut Penelitian Perang kemudian menerbitkan laporan yang menyimpulkan bahwa ledakan di penjara itu memang dirancang sendiri oleh pasukan Rusia.
Menurut institut itu, citra satelit menunjukkan bahwa serangan presisi atau bom yang ditanam adalah penyebab ledakan itu.
Tudingan bahwa AS terlibat langsung dalam perang di Ukraina juga pernah disampaikan oleh Vyacheslav Volodin, Ketua Majelis Rendah Rusia.
Menurut Volodin, AS telah mengoordinasi operasi militer yang dilakukan oleh pejuang Ukraina.
"Washington pada dasarnya mengoordinasi dan merancang operasi militer sehingga terlibat langsung dalam aksi militer yang melawan negara kami," kata Volodun melalui Telegram, (7/5/2022), dikutip dari Reuters.
Baca: Bos Gandum & Salah Satu Orang Terkaya di Ukraina Tewas Terkena Rudal Rusia
Baca berita lainnya tentang Ukraina di sini