Pembelian itu melibatkan sebuah "perusahaan yang memiliki data sangat besar untuk dianalisis".
Baca: Tesla Didera Banyak Masalah, Elon Musk Bicarakan Kemungkinan Bangkrut
"Miliaran aktivitas di platform mereka harus dianalisis," kata Rossma menjelaskan.
Karena sidang kasus pembelian akan digelar dalam waktu dekat, Musk memiliki lebih sedikit waktu untuk menyiapkan argumennya.
McCormick meminta kedua belah pihak mempersiapkan sidang pada bulan Oktober nanti.
Kata dia, sidang itu diperkirakan bakal belangsung hingga 5 hari.
Pakar hukum Rober Frenchman dari Firma Hukum Mukasey Frenchman mengatakan keputusan akan adanya sidang pada bulan Oktober merupakan isyarat baik bagi Twitter.
"Hal terakhir yang diinginkan Twitter adalah pertarungan panjang mengenai penghitungan dan perang terhadap bot spam, masalah yang hanya sedikit relevan dengan apakah Twitter telah melanggar kewajibannya dalam kesepakatan pembelian saham," kata Frenchman.
Baca: Putuskan Hubungan dengan Ayahnya, Putra Elon Musk Ubah Nama Jadi Vivian Wilson
Sementara itu, Brian Quinn, profesor di Sekolah Hukum Boston College, mengatakan keputusan itu merupakan kemenangan bagi Twitter.
Twitter sudah menginginkan adanya sidang pada bulan September di Delaware.
"Itu kemenangan bagi Twitter. Pengadilan mengabulkan adanya persidangan, tidak sesuai dengan dengan jadwal agresif yang diminta Twitter, tetapi sangat dekat," kata Quinn.
Baca berita lainnya tentang Twitter di sini