Ada beberapa kondisi yang memicu kolesterol naik, seperti:
Stres, maka kortisol, adrenalin, nor-adrenalin akan naik.
Kortisol, saat kortisol naik maka tubuh melepas cadangan gula dan asam lemak.
Stres, menurunkan kekebalan tubuh dan mencetuskan "peradangan tersembunyi", dan meningkatkan kadar lemak tubuh dan obesitas.
Konsumsi trans-fat dari produk olahan.
Dikutip dari Kompas.com, (27/12/2021), meski kedelai bisa masuk dalam kategori kacang-kacangan, namun jenis makanan ini lebih kompleks.
Produk kedelai seperti susu, tahu, tempe, kacang edamame dianggap efektif membantu mengurangi kadar kolesterol dalam darah.
Baca: Resep Setup Nanas Jambu, Minuman Menyegarkan setelah Makan Daging Kurban
Baca: Sate Pusut
Banyak orang menyantap berbagai hidangan daging, terutama daging sapi dan kambing saat momen hari raya Idul Adha.
Namun demikian, mengonsumsi daging sapi bisa saja menimbulkan masalah pada kesehatan jika daging tersebut tidak diolah dengan benar.
Sebab, daging sapi yang tidak dimasak dengan benar akan mengundang penyakit karena adanya bakteri.
Lantas, bagaimana mengolah cara daging sapi yang sehat?
Umumnya, daging sapi dijadikan sebagai bahan beragam masakan, seperti sate, gulai, oseng, rendang, soto, sup, dan lainnya.
Daging sapi terdiri dari protein dan lemak yang jumlahnya bervariasi.
Berikut adalah kandungan nutrisi yang terkandung dalam seporsi daging sapi (setara dengan 85 gram atau sepotong steak):
179 kalori
7,9 gr lemak
3,0 gr lemak jenuh