5. Kepala Seksi Bingadiksis Dispers Pangkalan Udara Adi Soemarmo (1998)
6. Komandan Batalyon III Menchandra Akademi TNI (1998)
7. Instruktur Penerbangan Pangkalan Udara Adi Sucipto (1999)
8. Kepala Seksi Keamanan dan Pertahanan Pangkalan Dinas Operasi Pangkalan Udara Adi Sucipto (2000)
9. Komandan Satuan Udara Pertanian Komando Operasi Angkatan Udara I (2001)
10. Kepala Departemen Operasi Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (2004)
11. Kepala Dinas Personel Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh (2006)
12. Kepala Sub Dinas Administrasi Prajurit Dinas Administrasi Persatuan Angkatan Udara (2007)
13. Perwira Bantuan I/Rencana Operasi TNI (2011)
14. Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional (2011-2013)
15. Komandan Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh (2015)
16. Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan (2016-2017)
17. Panglima Tentara Nasional Indonesia (2017-sekarang)
Sebelumnya telah diberitakan, Presiden Joko Widodo mengungkapkan alasannya memilih Hadi Tjahjanto menjadi Menteri ATR/Kepala BPN adalah lantaran rekam jejaknya saat masih menjadi Panglima TNI.
"Karena beliau dulu sebagai mantan Panglima (TNI) menguasai teritori, kita juga tahu, Pak hadi kalau ke lapangan kerjanya sangat detail," kata Jokowi usai proses pelantikan.
Jokowi membeberkan telah meminta Hadi untuk segera menyelesaikan persoalan sengketa lahan dan masalah sertifikat tanah, termasuk soal proyek pembangunan IKN.
"Urusan yang berkaitan dengan sengketa tanah dan sengketa lahan harus sebanyak-banyaknya bisa diselesaikan. Yang kedua urusan sertifikat. Termasuk di dalamnya urusan tanah yang berkaitan dengan IKN," kata Jokowi.