Walau suatau saat nanti akmi ingin berseru "Allahu Akbar!", jika suatu hari Allah ijinkan pertemukan kami dengan jasadmu.
Jika ada dosa dari kami selama ini, kami memohon maaf kepadamu atas segala kekurangan kami, demikian pula sebaliknya. Apapun itu. Agar kamu tenang bersamaNya.
Teriring doa kami di setiap helaan napas dan tetes air mata ni untukmu anakku.
Sungai Aare akan terang benderang, karena jutaan doa-doa ini akan menjadi cahaya yang menerangi ketenangan tempatmu sekarang Riil.
Sampai kita berjumpa lagi, saat kamu bukakan pintu gerbang itu.
JADI KAPAN KITA PULANG?
Kita tidak akan pernah tahu.
namun jika panggilan pulang itu datang, pastikan bekal itu cukup.
Bern, Swiss
2 Juni 2022
Ridwan Kamil.
A proud father of Emmeril Kahn Mumtadz."
Sebagai informasi, Tepat 12 hari setelah dinyatakan hilang, pencarian Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril di sungai Aare, Bern, Swiss, terus dilanjutkan dalam koordinasi Polisi Maritim Bern pada Senin (6/6/2022).
Disebutkan bahwa Perwakilan dari pihak Keluarga Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil kemungkinan akan kembali ke Indonesia.
Adik dari Ridwan Kamil, Elpi Nazmuzaman, pada konferensi pers secara virtual dari Swiss, Senin siang, tidak menjelaskan secara rinci kapan perwakilan keluarga akan kembali ke Bandung.
Namun, Elpi menyatakan selanjutnya pihak keluarga akan mempercayakan sepenuhnya pemantauan proses pencarian kepada pihak Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Bern.
“Kami selaku perwakilan keluraga dan mewakili keluarga yang ada di sini untuk selanjutnya akan mempercayakan sepenuhnya pemantauan kepada pihak KBRI. Sehingga posisi kami sekeluarga memantau secara pasif dan juga menunggu arahan dari pihak KBRI yang menjadi perantara dengan aparat setempat,” ujarnya.
Duta Besar Indonesia (Dubes RI) untuk Swiss Muliaman D Hadad menyatakan bahwa pencarian Eril masih terus dilakukan secara optimal dan telah mencakup 29 Km wilayah sungai Aare.
Lingkup pencarian mulai dari titik awal Eril berenang, hingga Wohlensee, danau Warren.
Pencarian Eril, telah dilanjutkan sejak Jumat, yakni dengan menggunakan metode patroli darat dan patroli perahu, penerbangan drone pengintai, penggunaan peneropong kondisi bawah air serta penugasan penyelam atau divers.
Namun, pencarian belum membuahkan hasil yang diharapkan karena terkendala faktor alam.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun Timur dengan judul Inilah Catatan Kebaikan tentang Eril yang Ditulis Ridwan Kamil: Kapan Kita Pulang