Kim Jong Un Kerahkan Tentara Distribusikan Obat ke Warga, 50 Nyawa Melayang Akibat Covid-19

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Layar televisi di stasiun Seoul pada tanggal 12 Mei 2022 memperlihatkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengenakan masker untuk pertama kalinya setelah negara itu mengonfirmasi kasus Covid-19 pertama di negara itu.

Para ahli juga memaparkan, sistem perawatan kesehatan di Korea Utara adalah salah satu yang paling buruk di dunia. 

Sebelumnya diberitakan, Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengecam tanggapan negaranya terhadap wabah Covid-19.

Layar televisi di stasiun Seoul pada tanggal 12 Mei 2022 memperlihatkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengenakan masker untuk pertama kalinya setelah negara itu mengonfirmasi kasus Covid-19 pertama di negara itu. (ANTHONY WALLACE / AFP)

Dilaporkan media pemerintah, Rabu (18/5/2022), Kim Jong Un menuduh pejabat pemerintah tidak memadai ketika kasus demam melanda negara itu.

"Ketidakmatangan dalam kapasitas negara untuk mengatasi krisis 'meningkatkan' kompleksitas dan kesulitan dalam memerangi pandemi," ujarnya, Selasa (17/5/2022), dilansir CNA.

Sejak mengumumkan wabah Covid-19, Korea Utara telah melaporkan 1,72 juta pasien dengan gejala demam, termasuk 62 kematian pada Selasa malam.

Namun, Korea Utara juga mengatakan situasi virus negara itu mengambil "belok yang menguntungkan".

Laporan itu tidak merinci atas dasar apa Korea Utara sampai pada penilaian positif seperti itu.

Negara ini belum memulai vaksinasi massal dan memiliki kemampuan pengujian yang terbatas.

Baca: Korea Utara Laporkan Kasus Covid-19 Pertama, WHO Siap Bantu Tangani

Baca: Hadapi Gelombang Pertama, Korea Utara bahkan Tak Punya Vaksin Covid-19

Hal ini membuat banyak ahli khawatir mungkin sulit untuk menilai seberapa luas dan cepat penyakit ini menyebar.

Menurut KCNA, Korea Utara telah mendorong untuk lebih menangani "pengumpulan, pengangkutan, dan pengujian spesimen dari orang-orang yang demam, sambil memasang fasilitas karantina tambahan".

KCNA juga mengatakan pejabat kesehatan telah mengembangkan panduan pengobatan Covid-19 yang bertujuan untuk mencegah overdosis obat dan masalah lainnya.

Dalam menghadapi wabah Covid-19 yang "meledak", Korea Utara telah mengerahkan angkatan bersenjatanya, termasuk 3.000 staf medis militer untuk sistem pengiriman obat 24 jam, dengan 500 kelompok respons untuk mengonfirmasi dan merawat pasien yang terinfeksi, kata media pemerintah.

(TRIBUNNEWS/TRIBUNNEWSWIKI/Nuryanti/Ka)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews dengan judul Kecam Penanganan Covid-19, Kim Jong Un Tuding Pejabat Korea Utara: Ketidakmatangan Atasi Krisis

 



Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer