Cara penularan penyakit mulut dan kuku ini bisa melalui beberapa perantara.
Berikut adalah cara penularannya:
1. Kontak langsung maupun tidak langsung dengan hewan penderita (droplet, leleran hidung, serpihan kulit);
2. Vektor hidup (terbawa manusia, dll.);
3. Bukan vektor hidup (terbawa mobil angkutan, peralatan, alas kandang dll);
4. Tersebar melalui angin, daerah beriklim khusus (mencapai 60 km di darat dan 300 km di laut).
Supratikno menuturkan PMK secara umum menyerang hewan herbivora berkuku genap.
Hewan-hewan tersebut antara lain sapi, kerbau, kambing, domba, babi, rusa, dan sebagainya.
Hewan ternak yang terserang penyakit ini, akan mengalami demam tinggi sampai 41 derajat, serta pembengkakan kelenjar pertahanan terutama di daerah mandibula atau rahang bawah.
Sekitar mulut, moncong, gusi, kuku, ambing atau payudara hewan juga tampak lepuh atau luka.
"Karena luka-luka tadi, maka timbul produksi kelenjar ludah yang tinggi, sehingga air liur menetes. Hewan susah makan dan menelan," kata Supratikno saat dihubungi Kompas.com, Selasa (10/5/2022).
Dihubungi terpisah, dokter hewan di Pusat Penyelamatan Satwa Bali (BWRC), Dyah Ayu Risdasari Tiyar Noviarini, juga menyebutkan gejala-gejala klinis lain seperti berikut.
• Deman tinggi, mulai dari 39 derajat sampai 41 derajat
• Hipersalivasi dan berbusa
• Sebagian muncul luka lepuh di lidah dan di mukosa rongga mulut
• Pincang, luka pada kaki dan diakhiri lepasnya kuku pada beberapa ekor sapi
• Tidak mau makan
• Gemetar atau sulit berdiri
• Bernapas dengan cepat