Mengonsumsi makanan gizi seimbang sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh, terlebih saat bulan puasa dan dalam situasi pandemi Covid-19.
Dilansir Kompas.com, Sabtu (23/4/2022), dokter spesialis gizi Klinis RS Indrianti Solo Baru, dr. Ayu Kusuma Dewi, menerangkan menu sahur dan buka puasa yang baik, yakni mengandung cukup karbohidrat, protein, lemak, serat, dan cairan.
Karbohidrat yang dianjurkan diantaranya karbohidrat kompleks, seperti nasi, nasi merah, jagung, oatmeal, atau ubi.
Ayu menjelaskan pemecahan energi pada karbohidrat kompleks lebih lambat sehingga dapat meminimalisir rasa lapar saat berpuasa.
Mengonsumsi protein juga penting guna menjaga kecukupan gizi, dan memberikan rasa kenyang yang lebih lama.
Baca: Tips Aman Mudik dengan Menggunakan Sepeda Motor, Ingat Safety Riding
Adapun jenis protein yang dianjurkan untuk dikonsumsi saat sahur dan berbuka adalah protein dengan lemak rendah.
Protein tersebut di antaranya ikan, ayam, telur, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Selain itu, Ayu juga menganjurkan untuk mengonsumsi sayur dan buah secara rutin bagi siapa pun yang hendak berpuasa.
Buah dan sayur bermanfaat sebagai sumber serat yang baik untuk mencegah sembelit pada bulan puasa.
Disisi lain, buah dan sayur uga dapat menjadi sumber antioksidan yang dibutuhkan pada masa pandemi Covid-19 ini.
“Saat puasa ini, sangat baik konsumsi berbagai sayuran hijau dan buah-buahan seperti pisang, apel, alpukat, dan buah berair seperti semangka, jeruk, pir, dan melon,” jelas dia kepada Kompas.com.
Baca: Ngantuk Saat Mengemudi Bisa Berakibat Fatal, Ini Tips Ampuh Halau Kantuk saat Perjalanan Mudik
Menu Pantangan saat Buka Puasa dan Sahur
Ayu pun memberikan catatan tentang beberapa makanan yang tidak dianjurkan untuk dimakan saat buka puasa dan sahur.
Makanan yang perlu dihindari di antaranya makanan dan minuman terlalu manis, terlalu asin, dan terlalu pedas.
Selain itu, makanan yang mengandung terlalu banyak minyak, berkafein, dan berkarbonasi atau bersoda juga tidak dianjurkan.
Ayu menegaskan menu buka puasa dan sahur yang terlalu manis, asin, pedas, atau terlalu banyak minyak dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan.
Masalah tersebut seperti lebih mudah haus, perut kembung, memicu peningkatan asam lambung, dan risiko radang tenggorokan.
Minuman berkafein dan berkarbonasi seperti kopi, teh, dan soda sebaiknya dihindari karena dapat memicu peningkatan asam lambung yang bersifat diuretik.
Sebagai informasi, tubuh cenderung akan mengeluarkan air seni yang lebih banyak ketika mengonsumsi minuman yang bersifat diuretik.
Jika hal itu terjadi, seseorang dapat lebih beresiko kekurangan cairan atau dehidrasi saat puasa.