Pada prangko tersebut, terlihat gambar seorang tentara Ukraina sedang menatap kapal perang Moskva.
Tentara itu mengenakan seragam tempur lengkap dan menenteng senapan di tangan kirinya.
Uniknya, tangan kanan tentara itu sedikit diangkat ke atas dan dia mengacungkan jari tengahnya untuk mengejek Moskva.
Tidak lama setelah prangko itu terbit, kapal perang Moskva dilaporkan tenggelam akibat dihantam rudal Ukraina.
Kejadian ini lantas membuat prangko "jari tengah" itu segera menjadi barang yang diburu para kolektor.
Menurut laporan, sudah ada sebanyak 1 juta prangko yang berhasil terjual.
Di kantor pos pusat di Kiev, ratusan warga Ukraina rela mengantre berjam-jam demi bisa mendapatkan prangko itu.
Baca: Hampir 85 Persen Korban Tewas di Bucha Ukraina Alami Luka Tembak, Wali Kota: Pembunuhan Berencana
Prangko dilaporkan sudah ludes terjual pada hari Jumat sore.
"Kapal ini adalah kapal mereka yang terbesar, nilainya setara kira-kira 750 dolar, mereka mempertaruhkan segalanya pada kapal itu, dan kami menghancurkannya," kata seorang warga bernama Loury Kolessan, 22, yang rela mengantre 2,5 jam demi membeli 30 prangko, dikutip dari Euronews.
"Ini adalah fase terbaru dari perang, yaitu kemenangan," kata dia menambahkan.
Baca: Pasukan Ukraina Tenggelamkan Kapal Perang Andalan Rusia, Presiden Zelenskiy Memuji
Prangko ini didesain oleh seorang kartunis asal Lvid bernama Boris Groh.
Rancangan Groh memenangkan sayembara desain prangko yang digelar oleh La Poste. Dia berhasil mengalahkan lebih dari 500 kandidat lainnya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy sempat mengunggah foto dirinya memegang prangko itu pada hari Kamis lalu.
Sehari kemudian, Moskva dilaporkan tenggelam. Namun, Rusia hingga kini belum mengakui bahwa kapal perang andalannya karam karena serangan Ukraina.
Dikutip dari CNN Internasional, para awak kapal telah dievakuasi. Berdasarkan pemberitaan dari TASS dan RIA, kapal perang tersebut rusak parah karena kebakaran.
Baca: Rusia Sebut Kapal Perang Moskva Rusak Parah karena Kecelakaan, Ukraina: Dihantam Rudal
Pakar menyebut rusaknya kapal perang itu merupakan pukulan besar bagi armada Rusia.
Hal ini karena Moskva menjadi kapal yang dibanggakan oleh Rusia sehingga sesuatu yang terjadi pada kapal itu akan merusak reputasi angkatan laut.
Moskva memiliki panjang 186 meter dan awaknya berjumlah hampir 500 orang.
Kapal itu awalnya bernama Slava dan dimiliki oleh Uni Soviet pada tahun 1980-an.