Oleh karena itu, Ukraina mendesak negara-negara Barat segera mengirimkan lebih banyak senjata ke negara bekas Uni Soviet itu.
Menurut, Ukraina serangan besar Rusia di Ukraina bagian timur akan mirip Perang Dunia II.
"Kalian sekarang membantu kami atau bantuan kalian akan terlambat, dan banyak orang akan tewas," kata Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba, Kamis, (7/4/2022), dikutip dari The Guardian.
Kuleba meminta NATO mengirimkan senjata yang dibutuhkan Ukraina, termasuk sistem pertahanan udara, artileri, kendaraan lapis baja, dan jet.
Selain itu, NATO juga diminta bertindak cepat saat Rusia melancarkan serangan ke Donbas.
"Saya yakin Ukraina akan punya senjata yang diperlukan untuk melawan," katanya.
"Pertempuran di Donbas akan mengingatkan kalian akan Perang Dunia II, dengan adanya operasi besar, ribuan tank, kendaaraan lapis baja, pesawat, artileri."
Baca: Rusia Akui Banyak Kehilangan Tentara di Ukraina: Tragedi Besar bagi Kami
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan anggota NATO siap membantu Ukraina.
Kata dia, NATO tengah mengirimkan sistem persenjataan dengan berbagai daya jelajah/jangkauan.
Selain itu, pakta pertahanan itu juga bakal memberikan bantuan dalam bentuk keamanan siber dan peralatan perlindungan dari senjata kimia dan biologis.
Menurut Stoltenberg, tidak tanda-tanda bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin akan menarik mundur pasukannya.
"Kami tidak mendapat tanda-tanda bahwa dia [Putin] telah mengubah tujuannya, dan tujuannya adalah menguasai Ukraina dan mendapatkan kemenangan militer di medan tempur," kata Stoltenberg.
"Yang kami lihat saat ini adalah pasukan Rusia kembali melakukan pengelompokan dan mengatur posisi."
"Kami memperkirakan akan ada pertempuran besar di Donbas. Pertempuran ini bisa berlangsung beberapa pekan, berbulan-bulan, dan mungkin bertahun-tahun. Oleh karena itu, kami harus melakukan persiapan lebih banyak."
Baca: Rusia Diduga Bakal Lancarkan Serangan Besar, Warga Ukraina Diminta Mengungsi
Baca: Tak Lagi Bisa Dihuni, Kota Borodianka di Ukraina Hancur dan Ditinggalkan Pasukan Rusia
Sementara itu, Rusia kini mengakui bahwa mereka kehilangan banyak tentara di Ukraina.
Juru bicara Kremilin, Dmitry Peskov, mengatakan hal itu merupakan tragedi besar bagi Rusia.
Kendati demikian, dia tidak menyebutkan jumlah korban secara spesifik.
Pembicaraan di antara kedua belah pihak juga masih terus belanjut melalui video.
Namun, peristiwa yang baru-baru ini terjadi di Bucha dianggap telah menghambat negosiasi kedua negara.