Hudarni Rani meninggal dunia di apartemennya di Jakarta pada Jumat, 8 April 2022, pukul 16.00 WIB.
Kabar duka tersebut dibenarkan adik Hudarni Rani, Huzarni Rani.
Hudarni diketahui mengembuskan napas terakhirnya dalam usia 71 tahun.
"Benar abang Hudarni Rani meninggal dunia, jam empat sore tadi di apartemnnya di Jakarta," kata Huzarni saat dihubungi, Jumat (8/4/2022), seperti dikutip dari Bangkapos.com.
Hudarni diduga meninggal dunia akibat penyakit asma yang ia derita.
Huzarni menyebut bahwa penyakit asma Hudarni sempat kambuh di apartemennya.
Saat penyakit asmanya kambuh, kata Huzarni, Hudarni belum sempat dibawa ke rumah sakit.
Petugas medis belum sampai ke apartemen untuk mebawa Hudarni Rani.
"Petugas medis dalam perjalanan, tapi beliau tak tertolong lagi," ucap Huzarni.
Baca: Daftar Anggota DPR RI & DPD RI Daerah Pemilihan Provinsi Kep Bangka Belitung Periode 2019-2024
Baca: Kabar Duka, Sutradara dan Aktor Richard Oh Meninggal Dunia
Dihimpun TribunnewsWiki dari berbagai sumber, Hudarni Rani memiliki nama lengkap Achmad Hudarni Rani. Ia lahir pada 20 November 1950 silam.
Sebagaimana yang sudah disinggung sebelumnya, Hudarni merupakan mantan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.
Ia menjabat sebagai Gubernur Kepulauan Bangka Belitung periode 2002-2007.
Politisi yang berasal dari partai Golkar ini adalah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Provinsi Kepulauan Bangka Belitung periode 2019-2024.
Hudarni Rani mengawali kariernya sebagai guru SDN IV Sungailiat (1967 - 1968).
Hudarni pernah menjadi Staf Direksi PT Timah pada tahun 1993.
Sebelum menjadi Staf Direksi, ia merupakan karyawan biasa pada perusahaan yang pernah menjadi perusahaan penghasil timah terbesar di dunia pada 2008 ini.
Hudarni Rani memulai karier politiknya dari keterlibatannya dalam berbagai organisasi, seperti Pemuda Muhammadiyah, AMPI, Wirakarya Indonesia, SOKSI, KNPI, PERSAHI, PERCASI, dan Golkar.
Pada 1997-1999, Hudarni terpilih sebagai Ketua DPRD Kota Pangkalpinang.