'Panic Buying' Disebut Jadi Penyebab Langkanya Minyak Goreng

Penulis: Shin PuanMaharani
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI - minyak goreng

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Banyak orang mengeluhkan ketersediaan minyak goreng yang kian sulit ditemukan di pasaran.

Sebelumnya, harga minyak goreng melambung tinggi.

Namun, kondisi tersebut justru diperparah dengan langkanya bahan pokok tersebut.

Dikutip dari Kompas.com, praktik panic buying diduga menjadi penyebab langkanya minyak goreng.

Sejak awal Februari 2022, pemerintah menerapkan kebijakan harga eceran tertinggi (HET) menjadi Rp 14.000 per liter.

Penerapan kebijakan itu dilakukan usai melambungnya harga minyak goreng di pasaran sejak tahun 2021 lalu.

Melambungnya harga minyak goreng dipicu lantaran harga crude palm oil (CPO) dunia.

Kendati begitu, usai diterapkan pemerataan harga, minyak goreng justru langka di pasaran.

Tim Subdit I/Indag Dit Reskrimsus Polda Sumut bersama Satgas Pangan mendatangi beberapa gudang penyimpanan minyak goreng di Deli Serdang dan menemukan puluhan ribu kotak minyak goreng kemasan. Polda Sumut akan mengundang pemilik gudang untuk memberikan klarifikasi (Polda Sumut)

Baca: Kemendag Curiga Warga Timbun Stok Minyak Goreng, DPR : Tidak Beres, Jangan Malah Buang Badan

Di swalayan atau mini market minyak goreng jadi rebutan masyarakat.

Sedangkan di pasar tradisional, minyak goreng sulit ditemukan.

Pasokan minyak goreng di berbagai mini market atau swalayan belum mampu memenuhi permintaan konsumen meski stok rutin datang.

Sehingga, operasi-operasi pasar murah minyak goreng akhirnya menyebabkan kerumunan.

Bahkan, warga rela berdesak-desakan dan berebut untuk membli minyak goreng.

Menurut pemerintah, idealnya pasar dalam negeri kebanjiran produk minyak goreng selama satu bulan ini.

Hal tersebut lantaran produsen minyak sawit mentah atau CPO sudah memenuhi kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dengan memasok sejumlah 351 juta liter untuk kebutuhan minyak goreng dalam negeri.

Tak hanya itu, kebijakan domestic price obligation (DPO) juga seharusnya membuat harga minyak tidak melambung tinggi.

Gudang produsen minyak goreng di Deliserdang yang ditemukan menumpuk mencapai 1,1 juta kilogram minyak goreng yang siap dipasarkan. Satgas Pangan Provinsi Sumatera Utara menemukan tumpukan minyak goreng sebanyak 1,1 juta kilogram di dalam gudang yang merupakan milik dari satu produsen di daerah Deliserdang pada Jumat (18/2/2022). (Tribun Medan)

Baca: Jangan Panik, Kemendag Pastikan Stok Minyak Goreng Aman hingga Lebaran : Harga Juga Turun

Mendag Muhammad Luthfi meyakini adanya oknum-oknum yang mempermainkan minyak goreng.

Alhasil, masyarakat masih kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga murah.

"Ini kita bicara seluruh Indonesia, 390 juta liter ini untuk seluruh Indonesia, per kemarin itu sudah 415 juta liter hanya dalam 20 hari," jelas Mendag saat melakukan kunjungan ke Pasar Kebayoran Lama, Rabu (9/3/2022).

Dia menduga salah satu penyebab langkanya minyak goreng di pasaran ialah lantaran kebocoran untuk industri yang dijual dengan harga tidak sesuai patokan pemerintah.

Halaman
12


Penulis: Shin PuanMaharani
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer