"Kita harus berhati-hati karena tren kematiannya semakin meningkat menunjukkan banyak kasus infeksi di masyarakat yang tidak terdeteksi, ini juga akibat booster yang belum memadai," urai dia.
Dicky mengutarakan karakter masyarakat Indonesia yang tidak mudah datang ke rumah sakit ketika sakit, maka perlu upaya jemput bola dari Pemerintah, sebagai upaya peningkatan deteksi dini.
"Harus diantisipasi atau direspons dengan meningkatkan kunjungan rumah," tegas Dicky.
Soal subvarian BA.2 yang juga disebut dengan 'Son of Omicron' ini juga disebut WHO bisa menginfeksi orang yang sudah terkena Omicron BA.1.
Namun, WHO meyakini bahwa orang yang sudah terkena Omicron BA.1 memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik terhadap infeksi subvarian Omicron siluman.
Baca: Jokowi: Pasien yang Terpapar Omicron Cukup Isoman di Rumah
Baca selengkapnya terkait berita Omicron Siluman di sini