Dalam surat itu mereka meminta penjelasan dari para penasihat kesehatan pemerintah mengenai kebijakan tersebut.
"Boris Johnson menyatakan kemenangan sebelum perang berakhir, berusaha mengalihkan perhatian dari polisi yang mengetuk pintunya," kata jubir urusan kesehatan dari Partai Buruh, Wes Streeting, melalui Twitter pada hari Sabtu.
Sementara itu, WHO mengatakan sejumlah negara bisa mencabut aturan pembatasan karena tingkat vaksinasinya sudah tinggi dan sudah ada kekebalan kelompok.
"Namun, di sejumlah negara, mencabut semua pembatasan secara bersamaan adalah tindakan yang tidak bijaksan," kata pejabat WHO Maria Van Kerkhove.
Dia menilai negara-negara seharusnya tidak terjebak pada pilihan "cabut semua atau tidak dicabut sama sekali".
Baca: Takut Sampel DNA-nya Diambil, Presiden Prancis E. Macron Tolak Tes Covid-19 dari Rusia
Baca berita lainnya tentang Covid-19 di sini