Untuk kuliah pun ia harus menggunakan beasiswa.
"Jualan ini bener-bener sumber penghasilanku, kalau tidak jualan mau makan apa aku. Apalagi aku punya adik di rumah yang butuh sokongan dana dariku" tuturnya penuh haru.
Bahkan ketika awal kuliah Maman harus rela tidur di masjid dengan menjadi marbot karena memang tidak punya biaya untuk ngekos.
Meski begitu ia tidak mengeluh sama sekali.
Setiap malam ia evaluasi tentang jualannya lalu menggali ide-ide dan strategi baru untuk dipraktikkan esok harinya.
Benar saja dari yang awalnya puluhan kotak, jualannya berkembang sampai ratusan kotak setiap bulannya.
Maman yang merasa sudah memiliki pelanggan tetap akhirnya memutuskan untuk membuat brand sendiri yang diberi nama "Begifa" pada tahun 2014.
Meski begitu bukan berarti tanpa cobaan, suatu hari ia harus rela kehilangan uang sebanyak Rp 2 juta.
Uang itu hilang karena ditipu oleh pelanggannya sendiri.
"Tidak menyangka sih bakal kena tipu, soalnya aku percaya dia. Sedih iya pastinya, uang segitu pada saat itu gede banget bagiku. Tapi ya mau gimana lagi" kenangnya.
Pria kelahiran 28 Oktober 1991 itu pun tidak mau tenggelam dalam kesedihan itu dan memutuskan untuk bangkit.
Benar saja, jualannya semakin hari semakin maju.
Ribuan kotak susu kambing etawa Begifa habis terjual setiap bulannya.
Dan hampir setiap hari kurir dari jasa pengiriman Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) datang ke rumah kontrakan yang ia sulap menjadi kantor.
Meski di-pick up oleh kurir, namun ia tidak mengeluarkan uang sepeserpun.
Malah ia pernah memberi tip ke kurir namun akhirnya dikembalikan lagi.
"Sebagai bentuk terima kasih karena sudah dijemput paketan saya, ya pengin gitu ngasih sedikit uang untuk kurir yang jemput. Tapi uang itu malah dikembalikan oleh pihak manajemen JNE. Katanya nggak boleh ngasih tip" ujar Maman sambil tersenyum.
Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya JNE, pasalnya selain dijemput terkadang ia juga minta di-packing-kan oleh pihak JNE nya dan itupun gratis tanpa biaya apapun.
"Kadang itu kalau lagi banyak kiriman terkadang saya cuma ngasih produk dan alamat penerima. Lalu pihak JNE yang nantinya akan membantu packing dan mengirimkannya" terang Maman.
Saat ini ia telah menikah dan dikarunia tiga orang anak.