"Jarak antara kejadian pertama dengan kejadian yang kedua dari 25 Februari sampai dengan tanggal 10 Maret itu ada sekitar dua minggu modusnya sama yaitu berkenalan melalui media sosial kemudian mereka berjumpa dengan iming iming uang dan sebagainya," katanya.
Baca: Kabar Duka, Mantan Pegawai KPK Pecatan Firli Bahuri, Nanang Priyono Meninggal Setelah Sempat Stroke
Susatyo menyebut bahwa pelaku cenderung menikmati aksi yang dilakukannya itu.
"(Pelaku) ada kecendrungan untuk menikmati dengan meninggalnya korban tersebut," ungkapnya.
Dalam melakukan aksinya pelaku melakukan dengan modus yang sama kepada kedua korban.
Kedua korban dikenal pelaku melalui media sosial dan mengajak bertemu dengan iming-iming sejumlah uang.
Korban dan pelaku berkencan di penginapan kemudian dibunuh dengan cara yang sama yakni dengan cara dicekik oleh tersangka dan barang-barang korban dirampas.
"Kami sampaikan, ini dengan modus yang sama," kata Susatyo.
Mayat korban dimasukkan ke dalam tas gunung atau tas carrier untuk kemudian dibuang di pinggir jalan.
Pelaku pun diketahui menghabisi nyawa kedua korban di sebuah penginapan.
Kedua korbanya dihabisi di penginapan yang sama dengan waktu dan kamar yang berbeda.
Dalam menjalankan aksinya pelaku memang sengaja memilih perempuan yang masih berusia muda
"Jadi dari dua ini motifnya masih sama supaya bisa berkencan dan juga menikmati korbannya kemudian melakukan pembunuhan dengan sasarannya perempuan maka sasarannya adalah yang mudah dia kuasai," ujar Susatyo.
Setelah membunuh korbannya pelaku pun mengambil barang berharga milik korban.
Dari tangan pelaku polisi mengamankan barang bukti handphone dan uang hasil penjualan habdphone serta kalung emas milik korban.
(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini