Andy menambahkan, kebijakan tersebut bahkan tidak diketahui oleh sebagian pimpinan perempuan di PKS, dan baru diketahui setelah program itu viral.
"Belajar dari peristiwa ini, PKS perlu menjelaskan langkah dan mekanisme apa yang akan dikembangkan oleh partai agar kebijakan dan program yang diskriminatif ini tidak lagi terulang di masa mendatang."
"Juga meneguhkan kepemimpinan perempuan, tidak sekedar alat justifikasi dari kepentingan sepihak," tuturnya.
Kejadian ini dianggap sebagai menjadi bagi partai lain di luar PKS agar tidak mengeluarkan kebijakan diskriminatif terhadap perempuan.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)