"Didik anak-anak agar paham bahwa tidak semua ruang publik itu aman bagi mereka," imbuhnya.
Lebih lanjut Reisa mengatakan bahwa berpergian keluar rumah pun harus melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu.
Hanya ketika alasannya kuat dan dampaknya bagus untuk anak-anak balita, batita dan yang di bawah 12 tahun boleh berpergian keluar rumah.
"Superhero kan juga harus memproteksi kekuatan mereka dengan tidak harus berada di luar rumah setiap saat, kan?" ujar Reisa.
Kemudian, jurus kedua yang juga ampuh adalah memastikan imunisasi dasar rutin anak di bawah 12 tahun lengkap, sesuai dengan jadwal dan tidak terlewatkan.
"Pastikan asupan gizi dan kegiatan fisik sesuai dengan grafik tumbuh kembang anak agar anak-anak dapat tumbuh optimal sesuai dengan usianya," kata Reisa.
Reisa memaparkan selagi vaksin Covid-19 untuk anak belum tersedia, cara utama melindungi anak di bawah usia 12 tahun adalah dengan cara memastikan orang-orang dewasa di sekitar mereka sudah divaksinasi.
Pastkan ayah, ibu, pengasuh, asisten rumah tangga atau kalau ada kakek nenek, saudara dekat yang tinggal bersama di satu rumah sudah divaksin.
"Mereka yang sudah memenuhi syarat untuk divaksin harus sesegera divaksinasi. Itulah yang disebut upaya kolektif kekebalan komunitas," ujarnya.
"Terkadang meski hanya 8 dari 10 orang yang tervaksinasi di dalam rumah, 100 persen penghuni rumah akan mendapatkan manfaatnya," kata dr. Reisa.
Reisa mengatakan semua vaksin yang disediakan oleh pemerintah adalah vaksin yang aman, bermutu, dan berkhasiat
Reisa juga mengatakan bahwa pemerintah menyediakan vaksin yang juga telah disarankan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk diterima masyarakat.
Hal itu disampaikan dr. Reisa dalam keterangan pers di kanal YouTube Sekretariat Presiden saat menjawab sebuah pertanyaan tentang perbedaan vaksin AstraZeneca dengan vaksin Sinovac dan mengapa setiap orang disuntik vaksin yang berbeda.
Reisa menjelaskan bahwa vaksin yang terbaik adalah vaksin yang tersedia karena ketika tubuh semakin cepat terlindungi vaksin, maka akan semakin baik.
"Penelitian terkini menyatakan bahwa semua vaksin yang ada di Indonesia baik itu Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, dan Pfizer termasuk yang diproses oleh Bio Farma dari bahan baku yang didatangkan dari luar negeri, efektif mengurangi kemungkinan sakit berat, kondisi gawat darurat yang memerlukan hospitalisasi atau perawatan intensif di rumah sakit atau bahkan kematian," papar Reisa, seperti dikutip TribunnewsWiki, Jumat (20/8/2021).
Reisa menambahkan vaksin-vaksin tersebut juga efektif melawan varian delta yang daya tularnya lebih cepat daripada varian lainnya.
"Jadi semua vaksin yang disediakan oleh pemerintah Indonesia adalah vaksin yang aman, bermutu, dan berkhasiat dan disarankaan oleh MUI untuk diterima masyarakat," ujarnya.
Reisa memaparkan adanya beragam vaksin di Indonesia adalah karena faktor dari ketersediaan tidak ada satu produsen pun yang mampu menyuplai kebutuhan 400 juta dosis vaksin untuk memvaksinansi sasaran sekitar 208 juta jiwa.
"Jadi pemerintah harus membeli dari beberapa produsen. Begitu juga pengirimannya, tidak ada produsen yang bisa mengirimkan dalam satu kali pengiriman puluhan juta dosis yang dipesan dari mereka," kata Reisa.