Diketahui A sering dipanggil ustaz oleh orang-orang di lingkungannya karena sering melayani pengobatan alternatif.
Ketiga pelaku berinsial M, S dan K ditangkap di tempat yang berbeda.
Penangkapan pertama dilakukan terhadap tersangka berinisial M pada Kamis (23/9/2021) di sebuah restoran di Kota Serang, Banten.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menerangkan bahwa M diketahui merupakan pengusaha angkutan umum.
Kemudian penangkapan berlanjut terhadap tersangka S yang berperan sebagai joki.
Selanjutnya polisi menangkap eksekutor penembakan berinisial K di Bogor dekat perbatasan dengan Kabupaten Lebak, Banten, Senin (27/9/2021) kemarin.
"Jadi tiga orang tersangka yang sudah kita amankan. Yang pertama, Saudara M sebagai otak dari pembunuhan ini, kemudian Saudara K sebagai eksekutornya yang melakukan penembakan.
Dan Saudara S ini jokinya yang menunggu pada saat Saudara K selesai melakukan eksekusi," kata Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (28/9/2021) seperti dikutip dari Tribunnews.com.
Namun polisi masih memburu satu orang lainnya berinisial Y.
Ia berperan sebagai penghubung antara otak pelaku dan eksekutor.
"Satu buron berinisial Y sudah kami kantongi identitasnya.
Tim masih bergerak untuk menangkap DPO ini," kata Yusri.
Yusri mengungkapkan, motif pembunuhan tersebut adalah dendam.
M memupuk dendam selama 10 tahun kepada korban karena melakukan hubungan terlarang dengan istrinya.
Berawal saat istri M mendatangi korban yang diketahui merupakan paranormal untuk memasang susuk pada tahun 2010.
Saat mengikuti proses itu, istri M berselingkuh dengan korban.
M mengetahui perselingkuhan tersebut setelah mendapatkan pesan singkat dari seseorang yang membeberkan kisah tersebut.
Bahkan istri M dan A bahkan pernah melakukan hubungan layaknya suami istri di rumah dan di sebuah hotel kawasan Tangerang.
"Dua tahun yang lalu, istrinya disuruh mengaku (oleh M), tapi belum ada pengakuan.