Kader tersebut ialah Viani Limardi.
Tak hanya dipecat sebagai kader PSI, Viani juga diberhentikan sebagai anggota DPRD DKI Jakarta.
Dikutip dari Kompas.tv, surat pemecatan Viani Limardi ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PSI Grace Natalie Louisa dan Sekretaris Jenderal Raja Juli Antoni pada 25 September 2021.
Viani Limardi disebut melanggar tiga pasal dalam Aturan Perilaku Anggota Legislatif PSI.
Salah satunya melanggar Pasal 4 angka 3 Aturan perilaku anggota PSI karena tidak mematuhi instruksi DPP PSI pascapelanggaran peraturan sistem ganjil genap di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan pada 12 Agustus 2021.
Baca: Belum Terima Surat Pemecatan Resmi dari PSI, Viani Limardi Tetap Hadiri Rapat Paripurna DPRD DKI
Baca: Giring PSI: 2024, Jangan Sampai Indonesia Jatuh ke Tangan Anies Baswedan
Selain itu, Viani disebut melakukan pelanggaran lain, yakni menggelembungkan laporan penggunaan dana APBD untuk reses atau sosialisasi sebagai anggota DPRD pada 2 Maret 2021.
Hal ini melanggar pasal 5 angka 3 Aturan Perilaku Anggota Legislatif PSI.
Selain itu, Viani melanggar instruksi DPP PSI tentang keikutsertaan sekolah kader dan kelas bimbingan teknis PSI pada 16 Juli 2021.
Lantas seperti apa sosok Viani Limardi?
Mengutip laman dprd-dkijakartaprov.go.id, Viani Limardi adalah politikus PSI yang lahir di Surabaya pada 25 November 1985.
Perempuan beragama Kristen tersebut tercatat pernah menjabat Wakil Ketua Teman Jokowi DPD Jabodetabek.
Tak hanya itu, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Hukum FOBI Indonesia.
Mengutip Tribunnews, Viani Limardi merupakan anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta.
Viani lolos menjadi anggota DPRD DKI Jakarta setelah meraih 8.700 suara pada Pemilu 2019 lalu.
Viani Limardi adalah lulusan Sarjana Hukum dari Universitas Pelita Harapan.
Dikutip dari situs resmi PSI Jakarta, Viani sebelumnya pernah tergabung dalam Jaringan Advokasi Rakyat PSI (Jangkar Solidaritas) sejak 2017.
Baca: Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Baca: Eks Vokalis Nidji Giring Ganesha Ditunjuk Jadi Plt Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Ia kemudian memutuskan menjadi wakil rakyat pada level Provinsi DKI Jakarta melalui PSI.
Selama bersama Jangkar Solidaritas, Viani dikenal aktif membela hak-hak masyarakat Indonesia.
Ia getol menyuarakan permasalahan hak asasi manusia (HAM), perempuan, minoritas, lingkungan, maupun ketidakadilan dalam masyarakat.