Beberapa masih terlihat menggerakan sayapnya, tetapi banyak pula yang sudah mati.
Sementara itu Kasubag Tata Usaha Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Pranowo Meruanto mengatakan fenomena ini baru sekali terjadi di wilayahnya.
Baca: Luhut Soroti Angka Kematian Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo, Tegal, dan Semarang
"Jadi, sebuah hal yang aneh juga kalau melihat kondisi burung-burung seperti itu (berjatuhan).
Artinya, kita tidak tahu, (apa) jatuh langsung, kita juga tidak tahu. Ini baru pertama yang saya ketahui," terangnya pada Kamis.
Namun, dugaan lainnya adalah burung-burung tersebut mati karena keracunan pestisida.
Hal itu diketahui setelah tim dari BKSDA melakukan penyelidikan dan mengetahui perilaku masyarakat di sekitar Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar.
Warga disebut menggunakan pestisida nonalami.
Saat mencari makan, burung pipit pasti bergerombol dari ratusan sampai ribuan ekor.
Kemudian, burung pipit itu mencari makan di tanaman padi yang baru tumbuh, yang mungkin saja baru selesai disemprot pestisida.
"Jadi dugaan saya adalah burung-burung tersebut keracunan dari pestisida tersebut," tutur dia.