Profesor yang bernama asli Sergio Marquina adalah dalang dari dua perampokan yang terjadi.
Dia tetap berada di luar untuk mengawasi perampokan dan bernegosiasi dengan polisi.
Di Money Heist Part 1 dan 2, dia memalsukan identitas dan berencana untuk mendekati Inspektur Raquel Murillo untuk mendapatkan informasi polisi.
Tapi tak disangka, dia jatuh cinta ke Raquel Murillo dan hampir merusak seluruh rencananya.
Pada Money Heist Part 3 dan 4, kita melihat masa lalu Profesor yang sedang merencanakan perampokan dan masa kini saat ia memimpin perampokan.
Profesor hampir terjebak saat Sierra membuatnya percaya bahwa Raquel sudah mati, kemudian ia membuat rencana untuk menyelamatkan kekasihnya tersebut.
Di akhir Money Heist Part 4, Sierra berhasil menemukan persembunyiannya dan menodongkan senjata, meninggalkan rencana perampokannya dalam bahaya.
Profesor adalah sosok yang intelek dan teliti, ia selalu selangkah lebih maju dibanding musuhnya.
Namun, senyaman apapun dia merencanakan perampokan. Profesor sebenarnya adalah sosok pemalu ketika ia harus menghadapi sesuatu yang tidak bisa ia kontrol atau menghadapi emosi manusia.
Motivasinya bukanlah tentang uang, perampokan pertama adalah ide ayahnya, sementara perampokan kedua adalah ide sang kaka, Berlin.
Dia melihat dirinya sebagai Robin Hood masa kini dengan prinsip yang tinggi, semuanya tentang perlawanan.
Raquel Murillo sebelumnya adalah inspektur yang bertanggung jawab untuk negosiasi di Money Heist Part 1 dan 2.
Selama perampokan, dia jatuh cinta dengan seorang laki-laki yang kemudian ia sadari itu adalah Profesor yang sedang menyamar.
Selain itu, bosnya yang misoginis (Prieto) dan keputusannya yang sering dipertanyakan, membuatnya memilih untuk bergabung dengan pihak Profesor.
Dia bergabung dengan geng untuk perampokan di Bank Spanyol sebagai Lisbon dan tetap di luar bersama Profesor untuk memimpin negosiasi.
Alicia Sierra yang mengenalnya secara personal, kemudian menjadikan Lisbon sandera dan memalsukan kematiannya untuk menjebak Profesor.
Sierra mencoba membuat Lisbon mengungkapkan lokasi Profesor, namun Profesor telah meluncurkan Paris Plan untuk menyelamatkan Lisbon.
Rencana sukses dan Lisbon kembali berkumpul dengan geng perampok di dalam bank.