Namun, mereka mengklaim sebagai pembawa bendera jihad yang sebenarnya.
Konflik tersebut menyebabkan pertempuran berdarah antara keduanya, dengan Taliban muncul sebagai pemenang pada 2019.
Hal itu terjadi ketika ISIS-K gagal mengamankan wilayah seperti yang dilakukan kelompok induknya di Timur Tengah.
Sebagai tanda permusuhan antara dua kelompok jihad, ISIS bahkan menyebut Taliban sebagai murtad.
ISIS tidak merespons baik atas kemenangan Taliban di Afghanistan.
Mereka bahkan menuduh Taliban mengabaikan tujuan jihad.
Baca: Mengenal Kelompok Militan Taliban dan Alasan Mengapa Ingin Kuasai Afghanistan
Baca: Taliban
Setelah Taliban mengambil alih Afghanistan, sejumlah kelompok jihad di seluruh dunia memberi selamat, namun ISIS tidak termasuk di dalamnya.
ISIS menuduh Taliban mengkhianati jihadis dengan kesepakatan penarikan AS dan bersumpah untuk melanjutkan perjuangannya.
Pejabat AS mengatakan bandara Kabul kini berada di bawah ancaman besar dari ISIS-K.
Sejumlah negara juga mendesak orang-orang yang berkumpul di Bandara Kabul untuk pindah ke lokasi yang lebih aman.
Hanya saja, mereka belum memberikan rincian spesifik tentang ancaman tersebut.
"ISIS-K adalah musuh bebuyutan Taliban, dan mereka memiliki sejarah pertempuran satu sama lain," kata Biden, pada hari Minggu.
"Tetapi setiap hari kami memiliki pasukan di lapangan, pasukan ini dan warga sipil tak berdosa di bandara menghadapi risiko serangan dari ISIS-K."
SIMAK ARTIKEL SEPUTAR KONFLIK AFGHANISTAN DI SINI