Pentagon mengatakan pada hari Minggu bahwa pihaknya secara resmi mencari bantuan dari maskapai komersial untuk merelokasi pengungsi dari Afghanistan begitu mereka meninggalkan negara itu.
Baca: Kronologi 26 WNI Berhasil Dievakuasi dari Afganistan, Kini Telah Tiba di Indonesia
Baca: Janji Taliban, Bakal Ciptakan Perdamaian, Hormati Hak Perempuan dan Tak Akan Jadi Sarang Teroris
Tahap awal program Civil Reserve Air Fleet telah diaktifkan, yang meliputi permintaan 18 pesawat: masing-masing tiga dari American Airlines, Atlas Air, Delta Air Lines dan Omni Air; dua dari Hawaiian Airlines; dan empat dari United Airlines.
Pesawat tidak akan terbang ke bandara internasional Hamid Karzai di Kabul.
Melainkan mereka akan digunakan untuk memindahkan penumpang dari bandara lain di wilayah tersebut dan di tempat lain di dunia begitu mereka meninggalkan Kabul.
Hal ini memungkinkan militer AS untuk fokus pada bagian Afghanistan dari evakuasi.