"Kami mengawasi dengan cermat. Kami berhubungan dekat dan kami tentu menilai apakah mereka akan mematuhi komitmen mereka," kata Psaki.
Sementara itu Taliban juga melucuti senjata milik warga sipil Afghanistan.
Taliban mengklaim bahwa senjata itu tak lagi dibutuhkan karena sekarang warga “merasa aman”.
Seorang juru bicara Taliban mengatakan para pejuangnya telah menyita senjata di ibu kota Kabul, yang jatuh ke tangan kelompok ekstremis pada hari Minggu.
"Kami memahami orang menyimpan senjata untuk keselamatan pribadi.
"Kami di sini tidak untuk menyakiti warga sipil yang tidak bersalah,” kata juru bicara itu seperti dikutip dari Independen.co.uk, Selasa (17/8/2021).
Saad Mohseni, seorang penduduk Kabul dan direktur perusahaan media MOBY, menulis di Twitter jika Taliban berada di kompleks di Kabul.
Baca: Berhasil Kuasai Ibu Kota Afghanistan, Taliban: Perang Telah Usai
"Tentara Taliban di dalam kompleks kami di Kabul. Sejauh ini mereka sopan, menanyakan senjata kami (dari tim keamanan)."
"Mereka mengumpulkan senjata yang dikeluarkan pemerintah. Mereka juga sepakat untuk menjaga keamanan kompleks," cuitnya.
Para militan telah bersumpah untuk tidak menyakiti warga sipil atau melakukan serangan balasan terhadap mantan pejabat pemerintah, bersikeras pemindahan kekuasaan akan dilakukan secara damai.
Namun, sudah ada sejumlah laporan eksekusi orang yang dicap "pengkhianat".